Pacitanku.com, PACITAN — Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Pacitan kembali memfasilitasi ribuan siswa kelas akhir untuk menentukan masa depannya melalui gelaran Edu Fair 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rumah Makan Sehat, Jalur Lintas Selatan (JLS) Pacitan ini menghadirkan puluhan perguruan tinggi negeri maupun swasta sebagai referensi studi lanjut bagi para pelajar, sekaligus menjadi ajang pemetaan minat bakat siswa sebelum lulus.
Ketua MGBK SMK Kabupaten Pacitan, Rony Indarto, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan agenda strategis organisasi untuk menjembatani kesenjangan informasi antara dunia sekolah dan perguruan tinggi.
Sedikitnya 40 kampus dari berbagai provinsi, termasuk dari Surabaya dan wilayah lainnya, hadir membuka stand informasi untuk menyambut antusiasme ribuan siswa kelas 12 dari seluruh SMK negeri dan swasta di Pacitan.
Rony menegaskan bahwa tujuan utama acara ini adalah memberikan wawasan komprehensif agar siswa tidak salah langkah dalam menentukan masa depan.
Ia berharap interaksi langsung antara siswa dan perwakilan kampus dapat membuka cakrawala berpikir para pelajar.
“Harapannya setelah kegiatan ini selesai, anak-anak memiliki pemahaman yang mendalam sesuai cita-cita atau pilihan karir mereka,”kata Rony.
Apresiasi tinggi datang dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Provinsi Jawa Timur Wilayah Pacitan, Sasmito Pribadi, yang turut hadir membuka acara tersebut.
Ia menilai momentum ini sangat krusial untuk membangun sinergitas lintas sektor yang berkelanjutan demi kemajuan pendidikan di Pacitan.
Sasmito menekankan pentingnya peran guru BK dan kepala sekolah dalam memberikan asistensi manajemen karir secara intensif.
Menurut Sasmito, siswa SMK yang dikenal sebagai generasi hebat harus dibekali panduan yang tepat sebelum melangkah ke jenjang berikutnya.
Ia meminta agar edukasi dan internalisasi nilai-nilai positif terus digalakkan agar lulusan SMK Pacitan memiliki daya saing tinggi.
“Tugas kita bersama ke depan, baik MGBK SMK serta kepala sekolah, adalah memberikan asistensi manajemen karir bagi anak-anak SMK untuk bisa mengikuti ke jenjang pendidikan berikutnya,”tegas Sasmito.
Lebih lanjut, Sasmito juga mengungkapkan adanya peluang kolaborasi strategis dengan pihak eksternal untuk memotivasi siswa.
Ia menyinggung hasil komunikasinya dengan pimpinan Museum SBY-Ani yang memberikan amanah untuk membentuk sinergitas dalam memfasilitasi jenjang karir.
Hal ini diharapkan dapat memacu semangat siswa untuk meneladani jejak sukses tokoh-tokoh nasional asal Pacitan.










