Pacitanku.com, PACITAN – Keberhasilan lifter kebanggaan Kabupaten Pacitan, Luluk Diana Tri Wijayana, dalam menyabet medali emas pada ajang SEA Games 2025 di Thailand dinilai oleh Pemerintah Kabupaten Pacitan sebagai bukti otentik bahwa atlet daerah memiliki kualitas mumpuni untuk mendominasi panggung dunia.
Capaian gemilang ini mendorong Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pacitan untuk tidak hanya memberikan apresiasi seremonial, melainkan juga menyiapkan skema dukungan pembinaan karier yang berkelanjutan bagi sang atlet.
Kepala Disparbudpora Pacitan, Muniirul Ichwan, menegaskan bahwa prestasi yang ditorehkan Luluk bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan sebuah kebanggaan kolektif yang mengangkat martabat daerah dan bangsa.
Menurutnya, konsistensi Luluk dalam mempertahankan performa puncak di kelas 48 kilogram putri merupakan buah manis dari kedisiplinan dan kerja keras yang tidak instan, sehingga patut menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.
“Prestasi Luluk Diana pada SEA Games 2025 merupakan kebanggaan luar biasa, tidak hanya bagi Pacitan tetapi juga Indonesia. Ini membuktikan bahwa atlet dari daerah mampu bersaing dan unggul di level internasional,”kata Muniirul Ichwan, saat dikonfirmasi Pacitanku.com, Sabtu (10/1/2026) di Pacitan.
Sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah, Munirul menjelaskan bahwa pihaknya telah merancang langkah konkret untuk memfasilitasi kebutuhan atlet.
Dukungan tersebut mencakup peningkatan kapasitas, pemantauan kesehatan, hingga aspek non-teknis lainnya guna memastikan karier Luluk tetap cemerlang di masa depan.
Dalam merealisasikan hal tersebut, Disparbudpora terus menjalin koordinasi intensif dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan para pemangku kepentingan terkait.
“Kami memberikan apresiasi berupa penghargaan resmi dan dukungan pembinaan lanjutan. Fasilitasi kebutuhan atlet, baik dari sisi peningkatan kapasitas, kesehatan, maupun dukungan non-teknis, terus kami perhatikan,”kata Muniirul.
Lebih jauh, Munirul berharap sosok Luluk Diana dapat menjadi simbol harapan bagi Generasi Z dan milenial di Pacitan agar berani bermimpi besar.
Ia berpesan kepada seluruh atlet muda di Kota 1001 Gua untuk tidak merasa rendah diri karena faktor geografis atau berasal dari kota kecil. Justru, identitas daerah harus dijadikan motivasi untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi.
“Nilai utama yang bisa diteladani adalah disiplin, konsistensi, dan kerja keras. Tetap rendah hati, fokus berlatih, dan jangan mudah menyerah. Pemerintah Daerah akan terus hadir mendukung perjuangan kalian,”pungkasnya.
Prestasi Luluk di Chonburi, Thailand, memang terbilang fenomenal setelah ia berhasil membukukan total angkatan 184 kilogram, yang terdiri dari snatch 84 kilogram dan clean and jerk 100 kilogram.
Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) asal Kecamatan Punung ini sukses mengungguli atlet tuan rumah Thanyaton dan wakil Vietnam, sekaligus menuntaskan misi penebusan kegagalannya pada kejuaraan dunia sebelumnya di Peru.











