Pacitanku.com, SUDIMORO — SMPN 2 Sudimoro Pacitan mengawali hari pertama masuk sekolah Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 dengan pendekatan holistik yang menyeimbangkan kesehatan fisik dan spiritual siswa.
Ratusan siswa dan guru memadati halaman sekolah di kawasan perbukitan Desa Ketanggung, Kecamatan Sudimoro, pada Senin (5/1/2026) untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai dari upacara bendera, senam massal, hingga ditutup dengan doa bersama.
Kepala SMPN 2 Sudimoro, Sutadi, mengungkapkan bahwa kemasan kegiatan awal semester ini sengaja dirancang sederhana namun sarat makna.
Pihak sekolah ingin memastikan para peserta didik kembali ke lingkungan akademik tidak hanya dengan kesiapan kognitif, tetapi juga memiliki kondisi tubuh yang bugar dan batin yang tenang.
Menurutnya, transisi dari masa liburan ke rutinitas sekolah memerlukan adaptasi mental agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal sejak hari pertama.
“Kami ingin anak-anak masuk semester genap dengan semangat baru. Tidak hanya siap belajar, tapi juga punya ketenangan batin,”kata Sutadi.
Suasana pagi di lereng pegunungan yang sejuk menambah kekhidmatan saat upacara bendera berlangsung.
Usai upacara, ketegangan siswa mencair saat musik ceria Senam Bersama “Anak Indonesia Hebat” mulai berkumandang.
Seluruh warga sekolah tampak antusias menggerakkan badan mengikuti instruktur.
Sutadi menekankan bahwa aktivitas fisik ini merupakan simbol kesiapan siswa menghadapi tantangan akademik, mengingat kondisi fisik yang prima adalah kunci fokus dalam menyerap pelajaran.
“Badan sehat akan membantu anak-anak lebih fokus dan bersemangat di kelas,”tambahnya.
Setelah menyegarkan fisik, kegiatan ditutup dengan pendinginan rohani melalui istighotsah dan tahlil yang dipimpin oleh Alik, salah satu guru senior di sekolah tersebut.
Lantunan doa yang diikuti seluruh siswa dan guru ini menjadi wujud ikhtiar batin memohon keselamatan dan kelancaran selama proses pembelajaran satu semester ke depan.
Melalui perpaduan kegiatan ini, SMPN 2 Sudimoro menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi yang seimbang secara intelektual dan emosional.
Sutadi menutup keterangannya dengan harapan bahwa siswanya tumbuh menjadi pribadi yang lengkap, yakni cerdas secara akademik namun tetap santun dan berkarakter mulia.
“Kami ingin membentuk siswa yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter dan berakhlak baik,”pungkasnya.












