Pacitanku.com, PRINGKUKU — Momen libur Tahun Baru 2026 yang bertepatan dengan akhir pekan membawa angin segar bagi para pelaku usaha kuliner di kawasan wisata Pantai Srau, Kabupaten Pacitan.
Lonjakan pengunjung selama masa liburan ini berdampak signifikan pada peningkatan omzet penjualan warung makan setempat dibandingkan hari-hari biasa, memberikan senyum semringah bagi para pedagang yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata.
Salah satu pedagang di kawasan Pantai Srau, Sutarmi, mengungkapkan kegembiraannya atas ramainya wisatawan yang berkunjung pada awal tahun ini saat ditemui di lapak dagangannya pada Minggu (4/1/2026).
Menurutnya, durasi libur yang lebih panjang karena berhimpitan dengan hari Sabtu dan Minggu menjadi faktor utama membludaknya pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan pantai di ujung barat daya Jawa Timur tersebut.
Sutarmi bersyukur karena tahun ini suasana jauh lebih ramai dan membawa dampak positif bagi perekonomian warga lokal.
Ia menyebutkan bahwa karena libur Tahun Baru menempel dengan akhir pekan, masa liburan masyarakat menjadi lebih lama sehingga volume wisatawan yang datang ke pantai pun otomatis lebih banyak.
Tingginya animo wisatawan ini berimbas langsung pada pendapatan para pedagang di sekitar lokasi wisata.
Beragam menu andalan warung seperti nasi pecel, olahan ikan laut segar, ayam penyet, nasi pecel telur, hingga nasi goreng laris manis diburu pembeli yang beristirahat usai menikmati panorama alam.
“Jika pengunjung ramai, maka penghasilan hariannya pun ikut terkerek naik melebihi pencapaian pada hari kerja biasa,”katanya.
Ia menegaskan bahwa selama periode libur ini, volume penjualan di warungnya jauh lebih banyak dan produktif.
Menutup perbincangan, Sutarmi menaruh harapan besar agar geliat ekonomi ini tidak hanya terjadi sesaat di momen liburan saja.
Ia berharap tren positif penjualan ini dapat berlanjut di hari-hari biasa dan usahanya semakin berkembang seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Pacitan pada tahun-tahun mendatang.
Harapan ini mewakili optimisme pelaku UMKM di kawasan wisata yang ingin terus bangkit dan berdaya.












