Pacitanku.com, PACITAN — Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI) Komisariat PMII Pacitan sukses menyelenggarakan Sekolah Islam Gender (SIG) Raya sebagai langkah strategis dalam mencetak kader perempuan yang kritis, peka terhadap realitas sosial, dan berpemahaman inklusif.
Kegiatan kaderisasi yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (2/1/2026) hingga Minggu (4/1/2026) di Gedung Wisma Atlet Pacitan ini, menjadi wadah vital bagi penguatan intelektual kader dalam membedah isu gender melalui kacamata Islam moderat.
Agenda pengkaderan ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh puluhan kader perempuan PMII, baik yang berasal dari berbagai rayon di Kabupaten Pacitan maupun delegasi dari luar daerah.
Sejak pembukaan hingga penutupan, para peserta terlibat aktif dalam dialektika pemikiran, mulai dari pendalaman materi hingga diskusi interaktif yang membedah dinamika sosial masyarakat setempat.
Forum ini tidak hanya menjadi ajang transfer pengetahuan, tetapi juga ruang refleksi untuk membedakan nilai ajaran agama yang substansial dengan budaya patriarki yang kerap disalahpahami.
Ketua Pelaksana SIG KOPRI PMII Pacitan, Anisiya, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang secara khusus untuk menumbuhkan nalar kritis kader perempuan.
Mengusung tema “Membangun Kesadaran Kritis Gender dalam Perspektif Islam Moderat”, SIG Raya ini merupakan ikhtiar ideologis organisasi untuk menanamkan pemahaman keadilan gender yang selaras dengan nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin.
“SIG Raya ini kami laksanakan sebagai upaya membangun kesadaran kritis kader terhadap isu-isu sosial dan gender yang ada di Pacitan, sekaligus untuk mempererat jaringan antarkader. Tema ini kami pilih untuk menumbuhkan pemahaman yang kritis dan inklusif mengenai gender dalam bingkai Islam moderat,”kata Anisiya.
Anisiya menekankan bahwa peserta tidak hanya diajak memahami konsep gender secara normatif, tetapi juga didorong untuk mampu membaca realitas sosial secara tajam.
Melalui pelatihan ini, KOPRI PMII Pacitan berharap dapat melahirkan kader-kader yang berpikiran terbuka dan siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara tersebut, seraya berharap jejaring yang terbentuk dapat menjadi modal solid dalam menjawab tantangan zaman di masa depan.
“Dengan begitu, kami berharap lahir kader-kader perempuan yang berpikir terbuka, memiliki kesadaran kritis, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung kelancaran kegiatan ini,”pungkasnya.









