Pacitanku.com, PRINGKUKU — Geliat pariwisata di Kabupaten Pacitan terus menunjukkan tren positif dengan munculnya destinasi-destinasi alam baru yang memikat hati pelancong.
Salah satu yang kini tengah naik daun adalah objek wisata Grojogan Dhuwur Tluevalley yang terletak di Desa Candi, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan.
Destinasi wisata air terjun yang sempat vakum ini kini kembali ramai dipadati pengunjung, terutama sejak momen libur Natal dan Tahun Baru lalu, berkat keindahan alamnya yang masih alami dan suasananya yang menenangkan.
Baca juga: Wajah Baru Grojogan Candi, Alternatif Wisata Sejuk di Pacitan yang Berdayakan Ekonomi Warga
Grojogan Dhuwur Tluevalley menawarkan pesona air terjun yang tidak terlalu tinggi namun memiliki debit air yang deras, jatuh langsung ke kolam alami yang jernih di bawahnya.
Dikelilingi oleh pepohonan hijau yang rimbun serta udara sejuk khas pegunungan, lokasi ini menjadi oase bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk kota.
Berdasarkan pantauan di lokasi, objek wisata ini baru dibuka kembali sekitar tiga bulan terakhir setelah sebelumnya sempat berhenti beroperasi lantaran minimnya pengunjung. Kini, setelah pengelolaan ditata ulang, arus wisatawan yang datang terus mengalami peningkatan signifikan.
Penjaga tiket masuk Grojogan Dhuwur Tluevalley, Raka Bayu Septiansyah, mengungkapkan kegembiraannya atas antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap destinasi wisata ini.
Menurutnya, lonjakan pengunjung sangat terasa setiap harinya, tidak hanya terbatas pada akhir pekan saja.
Fenomena ini menunjukkan bahwa daya tarik wisata alam di kawasan Pringkuku mulai mendapatkan tempat di hati para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
“Pengunjung paling ramai tentu di hari-hari libur, tapi sejak liburan Natal dan Tahun Baru hampir setiap hari ramai. Yang datang bukan hanya warga lokal, tapi juga dari luar kota bahkan mancanegara,”kata Raka, Minggu (28/12/2025).
Raka menjelaskan bahwa pola kunjungan wisatawan biasanya dimulai sejak pagi hari pukul delapan. Namun, puncak keramaian umumnya terjadi selepas jam makan siang hingga menjelang sore hari.
Mayoritas pengunjung memang masih didominasi oleh warga lokal Pacitan, namun kehadiran wisatawan luar kota dan mancanegara menjadi indikator bahwa promosi mulut ke mulut dan media sosial telah bekerja efektif.
Para pengunjung biasanya menghabiskan waktu dengan berenang di kolam alami, bersantai bersama keluarga, atau sekadar berburu foto dengan latar belakang air terjun yang eksotis.
Meskipun akses menuju lokasi utama harus ditempuh dengan berjalan kaki melalui jalur setapak yang cukup menanjak dari area parkir, hal tersebut tidak menyurutkan semangat wisatawan.
Pemandangan alam yang tersaji sepanjang perjalanan seolah membayar lunas rasa lelah mereka. Menyikapi potensi besar ini, pihak pengelola memiliki harapan besar agar ke depannya ada perhatian lebih terkait pengembangan infrastruktur pendukung.
“Harapan kami ke depannya semoga fasilitas bisa semakin lengkap, akses jalan makin bagus supaya pengunjung merasa nyaman, dan Grojogan Dhuwur Tluevalley bisa menjadi salah satu tujuan wisata utama saat orang berlibur ke Pacitan,”pungkas Raka.









