Pacitan Siaga Nataru, Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Libur Akhir Tahun

oleh -164 Dilihat
Kapolres Pacitan bersama tim selepas apel personel gabungan Operasi Lilin Semeru 2025. (Foto: Sulthan/Pacitanku)

Pacitanku.com,PACITAN-Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu menjadi periode dengan aktivitas masyarakat yang meningkat tajam.

Lonjakan mobilitas masyarakat, arus wisata, hingga pelaksanaan ibadah keagamaan menjadi perhatian serius bagi aparat keamanan.

Menyikapi hal tersebut, Polres Pacitan mengambil langkah antisipatif dengan mengerahkan ratusan personel gabungan demi memastikan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Sebanyak 488 personel gabungan disiagakan dalam Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Semeru 2025.

Operasi ini difokuskan pada pengamanan berbagai titik strategis di wilayah Kabupaten Pacitan, mulai dari pusat keramaian, jalur lalu lintas utama, kawasan pemukiman, hingga objek-objek wisata yang diperkirakan akan dipadati pengunjung selama libur akhir tahun.

Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar, S.H., S.I.K., M.I.K., pun memberikan banyak himbauan kepada masyarakat saat pelaksanaan apel pasukan.

Termasuk kolaborasi bersama seluruh lapisan masyarakat.

Karena keberhasilan menjaga situasi tetap aman dan damai bukan hanya beban aparat keamanan, tetapi juga sangat bergantung pada peran serta masyarakat.

“Perayaan Natal dan Tahun Baru ini harus kita jaga bersama. Mari ciptakan suasana yang aman, sejuk, damai, dan kondusif. Kerukunan dan toleransi antarumat beragama adalah kunci utama,” ujar AKBP Ayub saat memberikan amanat dalam apel gelar pasukan Operasi Lilin Semeru 2025.

Operasi Lilin Semeru 2025 sendiri akan berlangsung selama 14 hari dan melibatkan unsur lintas sektoral.

Selain TNI dan Polri, operasi ini juga didukung oleh Dinas Perhubungan, BPBD, Basarnas, Dinas PUPR, serta berbagai instansi dan mitra pengamanan lainnya.

Kolaborasi lintas instansi tersebut dinilai penting untuk menghadirkan rasa aman yang maksimal bagi masyarakat maupun wisatawan.

Kabupaten Pacitan yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, khususnya wisata pantai, hampir selalu mengalami lonjakan kunjungan wisatawan setiap libur akhir tahun.

Untuk itu, secara fisik Polres Pacitan telah menyiapkan sarana pendukung berupa satu pos pelayanan di kawasan Alun-Alun Pacitan serta empat pos pantau terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis.

“Pos pelayanan dan pos pantau ini difungsikan sebagai pusat layanan masyarakat, pengawasan situasi, sekaligus respon cepat apabila terjadi gangguan kamtibmas,” jelas Kapolres.

Selain pengamanan arus wisata dan lalu lintas, perhatian khusus juga diberikan pada pelaksanaan ibadah Natal.

Di wilayah Pacitan sendiri, tercatat ada 16 gereja yang menyelenggarakan perayaan Natal.

Polres Pacitan memastikan setiap gereja mendapatkan pengamanan maksimal, termasuk langkah-langkah sterilisasi guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

“Kami tidak ingin meremehkan potensi kerawanan. Seluruh gereja yang melaksanakan ibadah Natal akan kami amankan secara maksimal,” tegasnya.

Dalam hal pengaturan lalu lintas, Polres Pacitan telah melakukan koordinasi lintas sektoral melalui forum lalu lintas.

Fokus utama pengaturan diarahkan pada kawasan wisata yang rawan kepadatan, terutama pada jam-jam puncak kunjungan wisatawan.

Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, kemacetan justru sering kali terjadi bukan di ruas jalan utama, melainkan di pintu masuk objek wisata akibat terjadinya antrean panjang pembelian tiket.

Oleh karena itu, rekayasa lalu lintas serta perbaikan sistem ticketing menjadi salah satu perhatian serius.

“Kami sudah menyiapkan personel di titik-titik rawan dan berkoordinasi dengan pengelola wisata agar antrean tiket tidak menimbulkan kemacetan,” imbuh AKBP Ayub.

Tak hanya sektor darat, pengamanan juga mencakup kawasan perairan di Pacitan.

Potensi kecelakaan laut di kawasan wisata pantai dan sungai menjadi perhatian tersendiri, seiring meningkatnya aktivitas wisata sejumlah lokasi wisata bahari.

Untuk meminimalkan risiko kecelakaan, Polres Pacitan juga telah berkoordinasi dengan Lanal Pacitan, Dishub, BPBD, serta unsur Polair.

“Pencegahan kecelakaan laut menjadi fokus utama kami, mengingat tingginya kunjungan wisata pantai (dan wilayah air lainnya) saat libur Nataru,” katanya.

Kapolres juga mengimbau para pengelola objek wisata agar turut aktif menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung.

Terutama penempatan petugas di jam-jam rawan yang dinilai sangat penting, baik untuk mencegah kecelakaan maupun mengantisipasi tindak kriminalitas seperti pencurian kendaraan bermotor.

“Peran pengelola (tempat wisata) sangat penting (saat libur nataru). Pengawasan harus ditingkatkan, terutama di jam-jam rawan, agar pengunjung merasa aman saat berwisata,” pesannya.

Sementara itu, kepada masyarakat yang akan bepergian dan meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama, Kapolres mengimbau agar berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, RT/RW, maupun perangkat desa setempat.

Dengan tujuan supaya kepolisian dapat memetakan wilayah rawan serta mengatur pola patroli secara lebih efektif.

“Jika warga berkoordinasi, kami bisa memetakan wilayah rawan yang banyak ditinggal dan meningkatkan patroli. Harapannya, potensi kejahatan dapat ditekan bahkan nihil,” ujarnya.

Lain halnya dengan aspek penegakan hukum masa libur Nataru, Polres Pacitan menegaskan akan mengedepankan pendekatan preventif dan humanis.

Seperti misalnya pelanggaran lalu lintas, khususnya yang melibatkan pelajar, tindakan edukatif akan menjadi prioritas, termasuk pemanggilan orang tua.

“Kami tetap mengedepankan pendekatan humanis. Teguran dan edukasi lebih diutamakan, apalagi ini masa liburan” tandasnya.

Sejalan dengan itu, Polres Pacitan juga menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat, antara lain menjaga toleransi antarumat beragama, memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan dengan mematikan peralatan listrik, tidak menyalakan petasan dan kembang api, menjauhi minuman keras dan narkoba, tidak melakukan konvoi atau berkendara ugal-ugalan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor.

“Terakhir, bagi warga masyarakat Pacitan supaya lebih waspada terhadap barang-barang kepemilikannya dimanapun berada” pungkasnya

Dengan sinergi lintas sektor yang melibatkan antara lain aparat keamanan, pemerintah daerah, pengelola wisata, serta partisipasi aktif masyarakat, Polres Pacitan optimistis perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Pacitan dapat berlangsung dengan aman, damai, dan tertib.

No More Posts Available.

No more pages to load.