Pacitanku.com, PACITAN – Tim Animal Rescue Pacitan dari EXALOS Indonesia berhasil melakukan evakuasi dramatis terhadap seekor ular King Kobra (Ophiophagus hannah) betina berukuran dewasa di Dusun Sepang, Desa Tulakan, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, pada Minggu siang (14/12/2025).
Penemuan ular berbisa tinggi ini membawa kejutan tersendiri karena sang ular ditemukan tengah menjaga 21 butir telur yang siap menetas di pekarangan rumah warga.
Operasi penyelamatan warga dari ancaman satwa liar ini bermula ketika tim menerima laporan dari pemilik rumah, Arif, sekitar pukul 12.00 WIB.
Arif melaporkan adanya aktivitas ular besar yang berkeliaran di sekitar huniannya.
Menanggapi situasi darurat tersebut, eksekutor lapangan EXALOS Indonesia, Nugroho, segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian meskipun harus menempuh perjalanan yang cukup jauh hingga ke batas kecamatan.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyisiran dan menemukan ular sepanjang kurang lebih 2,5 meter tersebut.
Berbekal keahlian dan peralatan yang memadai, proses evakuasi berjalan efektif dan singkat. Hanya dalam waktu sekitar 15 menit, indukan King Kobra beserta puluhan telurnya berhasil diamankan dari permukiman warga tanpa insiden berarti.
“Bermula ada laporan dari pemilik rumah atau lahan yang mengetahui ada ular berkeliaran di sekitar rumah warga. Proses berjalan lancar walau jarak sangat jauh ke batas kecamatan. Kurang lebih 15 menit, tim berhasil mengamankan ular dan seluruh telurnya,”kata Nugroho.
Menurut Nugroho, kemunculan ular mematikan di area permukiman warga ini sangat dipengaruhi oleh faktor geografis lingkungan sekitar.
Lokasi penemuan di Dusun Sepang diketahui merupakan kawasan permukiman yang berdiri di atas lahan bukaan baru dan berbatasan langsung dengan hutan.
Kondisi ini membuat interaksi antara manusia dan satwa liar, termasuk ular berbisa, menjadi lebih sering terjadi karena habitat mereka yang saling bersinggungan.
Nugroho menjelaskan bahwa posisi rumah yang sangat dekat dengan hutan menjadi faktor utama masuknya ular tersebut.
Selain mengevakuasi ular, tim juga mengamankan 21 butir telur untuk mencegah populasi ular berbahaya ini berkembang liar di lingkungan padat penduduk.
Mengingat tingginya risiko gigitan King Kobra yang memiliki bisa mematikan, ia mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil tindakan gegabah jika menemukan kasus serupa.
“Tidak boleh gegabah dan menyepelekan, serta jangan anggap semua ular itu karakternya sama, jadi lebih baik segera lapor tim atau petugas,”pungkas Nugroho.









