Pacitanku.com, PACITAN – Aparat kepolisian dan masyarakat Kabupaten Pacitan kembali dihadapkan pada dugaan modus operandi baru yang memanfaatkan rasa iba dengan berpura-pura tersesat.
Seorang pemuda yang mengaku bernama Sandi Muhamad ditemukan dalam kondisi terlantar di kawasan Perempatan Cuwik, Kelurahan Ploso, pada Kamis (4/12/2025).
Penemuan ini memicu kecurigaan petugas lantaran pemuda kelahiran 2004 tersebut memiliki rekam jejak serupa di berbagai kota dalam waktu berdekatan.
Keberadaan pemuda itu pertama kali diketahui oleh petugas Satlantas Polres Pacitan yang tengah mengatur arus lalu lintas pada Kamis pagi.
Saat diamankan, ia mengaku berasal dari kawasan Baladewa, Bandung Tengah, Kota Bandung, dan sedang dalam kondisi kebingungan mencari jalan pulang.
Anggota Pamapta SPKT Polres Pacitan, Ipda Mardian Setyo, menjelaskan bahwa pemuda tersebut ditemukan saat sedang beristirahat di sebuah musala dan secara aktif meminta bantuan petugas agar dapat dipulangkan ke daerah asalnya.
Merespons laporan tersebut, petugas lantas membawa pria itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pacitan guna dimintai keterangan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil interogasi, ia menuturkan kisah perjalanannya yang bermula dari Banyuwangi menuju Bandung.
Ia berdalih mengalami nasib nahas saat berada di Kabupaten Jember karena kehilangan tas dan bekal, hingga akhirnya menumpang truk yang membawanya terdampar sampai ke Pacitan.
Guna memverifikasi pengakuan tersebut, polisi segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pacitan.
Namun, proses pengecekan data kependudukan justru membuahkan hasil nihil.
Ipda Mardian mengungkapkan bahwa setelah dilakukan penelusuran melalui sistem Disdukcapil, identitas pria tersebut sama sekali tidak terekam dalam pangkalan data KTP elektronik.
“Setelah dicek melalui Disdukcapil, identitas pria tersebut tidak terekam dalam data KTP elektronik,” jelas Ipda Mardian.
Fakta mengejutkan terungkap setelah petugas melakukan penelusuran lebih dalam. Pria tersebut ternyata pernah dilaporkan dengan kasus serupa di kota lain. Tercatat, ia pernah melapor tersesat di Yogyakarta pada 2 Oktober 2025.
Selanjutnya, pada 12 Oktober 2025, ia juga diterima oleh Dinas Sosial Kabupaten Blitar dengan menggunakan identitas berbeda, yakni Haikal Muhammad.
Di Blitar, ia bahkan berhasil mendapatkan fasilitas pemulangan menuju Yogyakarta serta uang saku sebesar Rp175 ribu.
Melihat pola kejadian yang berulang dan berpindah-pindah kota ini, pihak kepolisian menduga kuat bahwa pria tersebut tengah menjalankan modus tertentu untuk mengelabui petugas maupun dinas sosial. Ipda Mardian menegaskan bahwa kejadian ini bukan kali pertama orang tersebut ditemukan terlantar di daerah berbeda dengan pola yang identik.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mudah percaya begitu saja terhadap pengakuan orang tak dikenal yang meminta bantuan dengan alasan tersesat, demi menghindari penyalahgunaan empati.












