Pacitanku.com, ARJOSARI – Misteri keberadaan Arif Setiawan alias Wawan (45), tersangka penganiayaan berat yang menggegerkan Dusun Drono, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Pacitan, akhirnya terungkap setelah ditemukan tak bernyawa di kawasan lereng bukit desa pada Kamis (25/9/2025) pagi.
Penemuan jasad ini mengakhiri pencarian melelahkan yang melibatkan aparat TNI-Polri dan ratusan warga selama lima hari.
Penemuan bermula dari bau busuk samar yang dicium oleh dua warga setempat, Yono dan Jemu, saat memperbaiki selang air pada pagi hari.
Merasa janggal, mereka melaporkan temuan itu kepada Antok Wijaya, warga yang aktif dalam kegiatan pencarian.
Antok bersama tiga rekannya, Budi Siswoyo, Dian Sumarno, dan Tri Susanto, langsung menindaklanjuti laporan tersebut.
Mereka menyusuri lereng bukit yang curam dan semak lebat. Setelah memarkir motor, mereka terbagi menjadi dua kelompok untuk menyisir sungai dan jalur atas.
“Setelah melihat lalat, tak berselang lama ketemu mayatnya. Antara seneng, lega bisa ketemu, tapi juga agak kesel juga, Mas. Penginnya ketemu masih hidup lah, biar bisa mempertanggungjawabkan kejahatannya,”ujar Budi Siswoyo, yang pertama kali menemukan jasad, saat dikonfirmasi.
Penemuan pada pukul 10.41 WIB itu segera dilaporkan ke kepala desa dan pihak berwajib. Tak lama berselang, petugas kepolisian bersama tim Inafis tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP, memastikan identitas jasad, dan mengevakuasinya ke RSUD dr. Darsono Pacitan untuk keperluan otopsi.
“Kepala desa dan perangkatnya turut mendampingi proses agar tidak menimbulkan keresahan. Kehadiran aparat membawa ketenangan bagi warga yang sejak lama dihantui ketidakpastian,”tandas Budi.
Yang menarik, penemuan jasad Wawan ini murni berkat kegigihan warga dan insting mereka, tanpa menggunakan alat canggih seperti anjing pelacak yang sebelumnya sempat diterjunkan.
“Tanpa bantuan anjing pelacak, drone, atau alat canggih lain, warga Desa Temon dengan tekun menelusuri medan berat bermodalkan insting, ketekunan, dan kebersamaan,”kata Budi.
Dari sekadar bau samar yang tercium dua warga saat memperbaiki selang air, akhirnya terungkap keberadaan tersangka yang selama ini dicari.
Dengan ditemukannya jasad Wawan, Budi berharap pencarian panjang di Desa Temon berakhir, membawa rasa lega bagi warga yang sejak lama dihantui ketidakpastian.
Diberitakan sebelumnya, pelaku Arif Setiawan tega membacok lima orang pada Sabtu (20/9/2025) malam, yang merenggut nyawa dua korban—Timi (60) dan cucunya, Arga Novalleky Saputra (11)—serta melukai tiga korban lainnya, yakni Eki (27), Miskun (60) dan Miswati (40).
Setelah 5 hari pencarian dengan melibatkan ratuan relawan gabungan hingga satuan K9 Polda Jatim, pelaku ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di jurang di desa setempat. Pelaku diduga melakukan aksi bunuh diri setelah peristiwa tersebut.
Sementara, pada Sabtu (27/9/2025), polisi juga masih mencari keberadaan senjata tajam yang digunakan Wawan untuk melakukan aksi kejinya.
Video Cerita Saksi Kunci Saat Detik-detik Insiden Temon Arjosari Pacitan










