Pacitanku.com, PACITAN – Teka-teki keberadaan pelaku pembacokan sadis yang menggegerkan Pacitan, AS (45) alias Wawan, mulai terkuak setelah warga menemukan sesosok mayat di bawah jurang Desa Temon, Kecamatan Arjosari, pada Kamis (25/9/2025) siang.
Penemuan jasad ini terjadi pada hari kelima pencarian, berjarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi kejadian perkara (TKP).
Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, saat ditemui awak media di kamar jenazah RSUD dr Darsono Pacitan menjelaskan bahwa tim gabungan berhasil membawa mayat tersebut ke RSUD dr. Darsono untuk dilakukan otopsi dalam waktu kurang lebih satu jam.
Baca juga: Ditemukan Jasad Membusuk Dekat TKP Pembacokan di Pacitan, Polisi Imbau Warga Tunggu Hasil Otopsi
Hasil identifikasi menguatkan dugaan bahwa mayat tersebut adalah tersangka pembunuhan, yakni Arif Setiawan (45) alias Wawan.
Identifikasi didukung oleh beberapa temuan, termasuk pengakuan anak pelaku, Dafa Bima Arif Pratama, yang mengidentifikasi pakaian atau celana terakhir yang digunakan ayahnya.

Selain itu, ditemukan pula ciri fisik khusus berupa tahi lalat, dan bekas jahitan pada tubuh jasad, yang merupakan ciri khas tersangka.
Kapolres juga menyebut adanya indikasi kuat jasad yang ditemukan tersebut mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.
“Ditemukan bekas sayatan yang sangat terlihat jelas di pergelangan tangan sebelah kiri, dengan perbedaan mencolok dari tangan kanan dan adanya celah luka sekitar 1 hingga 2 sentimeter,”ujarnya.
Kapolres menambahkan bahwa dugaan sementara mengarah pada bunuh diri, namun masih menunggu hasil otopsi yang lebih valid.
Mengingat kondisi mayat ditemukan tidak utuh dan sudah membusuk, diperkirakan jasad meninggal sekitar lima hari sejak kejadian.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan foto-foto mayat yang beredar dan diminta tetap tenang.
“Kami menunggu hasil otopsi di rumah sakit,”pungkas Kapolres Ayub.
Aparat keamanan juga menyampaikan terima kasih atas gotong royong dan kekompakan seluruh pihak—TNI, Polri, Kecamatan, Desa, dan masyarakat sukarela—yang telah membantu proses pencarian dari awal hingga ditemukannya jasad yang diduga tersangka.












