Pacitanku.com, PACITAN – Korban pembacokan sadis di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Pacitan, yakni Arga Novalleky Saputra (11), meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RS Bethesda, Yogyakarta.
Arga yang merupakan siswa kelas V SDN 2 Temon tersebut meninggal pada Selasa (23/9/2025) malam, menambah daftar korban tewas akibat aksi brutal pelaku yang hingga kini masih buron.
Kepala Desa Temon, Jamiatin, membenarkan kabar duka tersebut.
“Nggih benar, ini jenazah sudah di rumah duka, meninggal pada Selasa (23/9/2025) malam sekitar pukul 23.12 WIB di RS Bethesda, DI Yogyakarta,” kata Jamiatin.
Arga yang lahir 6 November 2014 itu meninggal karena luka parah di kepala bagian depan dan belakang, serta pendarahan di otak yang menyebabkan penurunan kesadaran. Hal itu semua merupakan akibat dari aksi keji AS alias Wawan.
Baca juga: Satu Korban Anak Kasus Pembacokan di Pacitan Dirujuk ke Yogyakarta, Kondisinya Kritis
Kematian Arga menambah duka pasca-insiden yang terjadi pada Sabtu (19/9/2025) malam. Pelaku, AS (45), tega membacok lima orang di Dusun Drono, Desa Temon. Insiden ini sebelumnya telah menewaskan Timi (60), ibu dari mantan istri pelaku, Miswati (40).
Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Darsono, dr. Netty Nurna, melaporkan bahwa tiga korban luka lainnya masih dalam penanganan.
Korban Eki (27) rencananya akan dipulangkan, sementara Miskun (60) masih dirawat pascaoperasi. Miswati, mantan istri pelaku, masih berada di ruang ICU setelah menjalani transfusi darah dan operasi.
Diduga, motif pelaku adalah rasa sakit hati karena mantan istrinya berencana menikah lagi. Namun, motif ini masih didalami pihak kepolisian.
Hingga kini, pelaku yang berprofesi sebagai penjaga sekolah itu masih dalam pengejaran di hutan sekitar desa.
Polisi telah mengerahkan Satuan K9 Polda Jawa Timur untuk mencari lokasi persembunyian pelaku, namun hingga berita ini dirilis, pelaku belum berhasil ditemukan.
Sementara anak kandung pelaku, Bima (17), telah diamankan sebagai saksi kunci di Polres Pacitan.











