Pacitanku.com, PACITAN — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pacitan bersama sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Pacitan pada Sabtu (30/8/2025).
Aksi yang diikuti sekitar 200 orang ini menuntut perbaikan layanan publik di sektor kesehatan, pendidikan, dan, yang menjadi sorotan utama, kesejahteraan nelayan.
Massa memulai aksi dengan berjalan kaki dari Gedung Gasibu Swadaya menuju Kantor DPRD. Mereka membawa mobil komando, pengeras suara, dan berbagai spanduk yang berisi kritik tajam terhadap pemerintah dan parlemen daerah.
Dalam aksi ini, perwakilan nelayan turut hadir dan menyampaikan langsung keluhan mereka kepada anggota dewan.
Baca juga: Sambangi Gedung DPRD, Ratusan Mahasiswa Desak Perbaikan Layanan Publik di Pacitan
Salah satu perwakilan nelayan, Darno, menyoroti dominasi tengkulak yang membuat mereka tidak memiliki kendali atas harga jual ikan.
“Nelayan kehilangan kontrol harga, pemerintah dianggap absen sebagai penyeimbang,” ujar Darno saat berdialog dengan DPRD.
Ia menambahkan bahwa aksi ini merupakan perlawanan nyata terhadap sistem yang dianggap tidak adil.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh perwakilan nelayan lainnya, Salim.
Ia secara spesifik meminta kenaikan harga benih udang (benur) dan penutupan Badan Layanan Umum (BLU) yang dianggap tidak berpihak pada nelayan.
“Kami berharap aturan Pemerintah dikendalikan aturan tahun 2020, supaya PT turun langsung ke Koperasi atau kelompok nelayan,”pintanya.












