Srikandi PLN Gelar Seminar “Inspiring Srikandi” di Pacitan: Rayakan Ketangguhan Perempuan, Dorong Berdaya dan Menginspirasi

oleh -116 Dilihat
Srikandi PLN menggelar seminar “Women Empowerment & Entrepreneur – Inspiring Srikandi” di Museum dan Galeri Seni SBY*ANI, Pacitan. Acara ini bukan sekadar wadah berbagi inspirasi, tapi juga perayaan atas peran krusial dan ketangguhan perempuan Indonesia. Tiga srikandi hebat, yaitu Suzana Zein, Nabila Amalina, dan pengusaha legendaris Bu Rudy, berbagi resep sukses mereka dalam berkarier dan berwirausaha. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Ruang Auditorium Museum dan Galeri Seni SBY*ANI di Pacitan pada Jumat (15/8/2025) menjadi saksi bisu semangat pemberdayaan perempuan.

Diinisiasi oleh jaringan Srikandi PLN, seminar bertajuk “Women Empowerment & Entrepreneur – Inspiring Srikandi” ini menegaskan peran krusial perempuan dalam keluarga, masyarakat, dan dunia kerja.

Acara ini bukan sekadar seminar, melainkan perayaan atas ketangguhan dan daya juang perempuan Indonesia yang dihadiri ratusan peserta secara hibrid.

Pemilihan Museum SBY*ANI sebagai lokasi seminar bukan tanpa alasan.

Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany G. Akmalaputri menegaskan bahwa tempat ini merupakan monumen yang merefleksikan perjalanan hidup seorang perempuan inspiratif, mendiang Ibu Kristiani Herrawati, istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

“Kita berkumpul di sini bukan hanya mengikuti seminar, tetapi juga merayakan kekuatan dan daya juang perempuan Indonesia,”ujarnya.

Acara dibuka dengan pertunjukan drama “Ibu Ani SBY” oleh sanggar tari Pradnya Pacitan yang mengisahkan dedikasi dan perjalanan hidup almarhumah.

Seminar ini menghadirkan tiga perempuan hebat dari bidang berbeda yang berbagi resep sukses mereka.

Manajer PLN UP3 Ponorogo, Suzana Zein, yang juga merupakan Srikandi Champion I UID Jatim dan Ketua Srikandi PLN Jawa Timur, menekankan pentingnya membangun jaringan dan rasa percaya diri dalam mengambil peran kepemimpinan.

“Dalam dunia kerja, kita tidak bisa bergerak sendiri. Networking menjadi kunci utama. Setelah punya jejaring, teman-teman perempuan juga harus percaya diri mengambil kesempatan untuk memimpin,” tegasnya.

Melalui program ini, PLN berupaya menciptakan ruang kerja yang inklusif dan aman bagi perempuan. Arsyadany menekankan bahwa banyak posisi strategis di PLN kini diisi oleh perempuan tangguh.

PLN meyakini, perempuan tangguh bukan berarti tidak pernah jatuh, melainkan mereka yang selalu bangkit, mengambil pelajaran, dan terus melangkah maju.

Semangat yang diusung PLN terangkum dalam tiga nilai utama, yaitu Anggun, Cerdas, dan Tangguh (ACT).

Nilai ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga jaminan bahwa banyak perempuan yang berani memimpin, berproses, dan memberikan dampak positif.

Seminar ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ajakan agar perempuan di berbagai lini kehidupan—sebagai ibu, pengusaha, profesional, atau aktivis sosial—terus berdaya dan menginspirasi.

“Perempuan adalah agen perubahan. Dengan keberanian, konsistensi, dan daya juang, kita bisa membawa dampak positif tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat,”kata Suzana Zein.

Sementara itu, Direktur Administrasi dan Bisnis Museum & Galeri Seni SBY*ANI Nabila Amalina memotivasi peserta untuk berani keluar dari zona nyaman.

Ia menceritakan perjalanan kariernya dari mahasiswa hingga menjadi direktur, menegaskan bahwa perempuan punya banyak potensi untuk digali, asalkan berani memulai dan berinovasi.

Kunjungan ke museum pasca-seminar menjadi pengalaman reflektif bagi para peserta. Mereka tidak hanya menerima ilmu, tetapi juga merasakan energi perjuangan dan dedikasi seorang perempuan yang meninggalkan jejak inspiratif.

“Di sini kita belajar bahwa karya dan dedikasi seorang perempuan bisa meninggalkan jejak panjang yang menginspirasi banyak orang. Ibu Ani adalah teladan tentang ketangguhan, kreativitas, dan kasih dalam kehidupan,”kata Nabila.

Pembicara terakhir, pengusaha kuliner legendaris Bu Rudy, membagikan resep rahasia untuk bertahan di tengah persaingan ketat, yaitu menjaga kualitas dan konsistensi.

“Kalau mau usaha kita awet, jangan hanya ikut tren. Yang paling penting adalah menjaga kualitas. Pelanggan akan kembali kalau kita konsisten,”pesannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.