PMI Pacitan Diharapkan Selalu Siapsiaga Bantu Penanganan Bencana

oleh -145 Dilihat
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur Imam Utomo menyampaikan sejumlah pesan kepada pengurus PMI Pacitan periode 2024-2029. (Foto: Dok. Prokopim Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur Imam Utomo menyampaikan sejumlah pesan kepada pengurus PMI Pacitan periode 2024-2029.

Hal itu disampaikan mantan Gubernur Jatim ini usai pelantikan pengurus PMI Pacitan pada Rabu (19/6/2024) di pendopo Kabupaten Pacitan.

Secara khusus, Imam juga mengapresiasi kinerja pengurus PMI Pacitan lama dan memberikan sejumlah pesan kepada pengurus baru dibawah komando Heru Wiwoho sebagai Ketua PMI Pacitan.

Untuk pengurus baru, Imam memberikan sejumlah penekanan, diantaranya penyiapan ketersediaan darah untuk masyarakat yang membutuhkan serta kesiapan PMI mengadapi kebencanaan.

Baca juga: Heru Wiwoho Kembali Terpilih Jadi Ketua PMI Pacitan Periode 2024-2029

Tidak hanya itu, dia juga meminta relawan PMI bersinergi dengan BPBD hadir terdepan jika terjadi bencana.

“Kita harus menyatu dengan BPBD, tidak boleh berdiri sendiri. Tugas kita jika terjadi bencana satu kali 24 jam terjadi bencana dan ada yang dievakuasi, PMI yang lebih dulu bersama BPBD membangun tempat evakuasi dan dapur umum,”katanya, mengutip siaran pers Prokopim Pacitan.

Menurut Imam, PMI memiliki dua tugas, yakni penyiapan darah melalui Unit Donor Darah (UDD) dan tanggap bencana,

Menghadapi musim kemarau, Imam kembali berpesan agar PMI juga turut siaga dengan persiapan yang ada seperti merawat tangka air yang ada.

“Bencana tidak melihat waktu. Pada saat hujan bencana muncul seperti banjir Dimana-mana. Waktu kemaraupun bencana juga ada. Seperti tahun lalu kemarau panjang berdampak pada kekeringan dan krisis air bersih. Kepada pengurus PMI yang baru di lantik untuk selalu waspada dan merawat tangki tangki air yang ada,”kata dia.

Terkait penggunaan dana, Imam juga berpesan agar dalam pelaksanaannya akuntabel dan tepat sasaran.

“Pengurus harus memiliki program dan harus dikerjakan. Kalau tidak, maka pemerintah tidak akan memberikan bantuan anggaran. Saat ini penggunaan anggaran tidak main-main. Dana hibah bisa dianggap korupsi jika penggunaanya tidak tepat, jadi harus akuntabel,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.