Selamat, Desa Kalipelus Pacitan Raih Penghargaan Lomba Desa Wisata Nusantara Kemendes PDTT

oleh -2069 Dilihat
RAIH PENGHARGAAN. Menteri Desa dan PDTT Halim Iskandar menyerahkan prestasi Lomba Desa Wisata Nusantara kepada Kades Kalipelus Dasuki pada Jumat (24/11/2023) malam. (Foto: Dok. Kemendes PDTT)

Pacitanku.com, PACITAN – Desa Kalipelus, Kecamatan Kebonagung, Pacitan meraih prestasi membanggakan tingkat nasional.

Desa yang identik dengan keindahan Pantai Pangasan ini baru saja meraih penghargaan Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan PDTT.

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Desa dan PDTT Abdul Halim Iskandar kepada Kepala Desa Kalipelus Dasuki pada malam penghargaan LDWN 2023 pada Jumat (24/11/2023) malam di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Desa Kalipelus lolos ke puncak penganugerahan Lomba Desa Wisata Nusantara 2023 bersama tiga desa lainnya di Jawa Timur, yaitu Desa Wisata Hendro Sari (Gresik) Desa Wisata Kare (Madiun), dan Desa Wisata Ketapanrame (Mojokerto).

Yang cukup membanggakan, Desa Kalipelus masuk kategori 15 besar LDWN 2023 kategori I.

LDWN 2023 ini diluncurkan Kemendes PDTT sejak Agustus lalu dan sedikitnya 30 desa masuk 15 besar di masing-masing kategori. Yakni kategori desa dengan status IDM berkembang, tertinggal dan sangat tertinggal, serta kategori desa mandiri dan maju.

Adapun 30 desa yang masuk 15 besar masing-masing secara berurutan berdasarkan kategori yakni untuk kategori desa berkembang, tertinggal dan sangat tertinggal adalah Desa Waetuwo (Wajo), Desa Kiluan Negeri (Tanggamus), Desa Guci (Tegal), Desa Partungko Naginjang (Samosir), Desa Lukpanenteng (Banggai Kepulauan), Desa Labengki (Konawe Utara), Desa Melung (Banyumas), Desa Lifuleo (Kupang), Desa Golo Loni (Manggarai Timur), Desa Kalipelus (Pacitan), Desa Tanjung Lanjut (Muaro Jambi), Desa Bantayan (Aceh Utara), Desa Bangsri (Blora) dan Desa Iso (Maluku Tenggara).

Sedangkan untuk desa yang masuk 15 besar kategori desa mandiri dan maju yakni Desa Ketapanrame (Mojokerto), Desa Kaduela (Kuningan), Desa Panaikang (Sinjai), Desa Hendrosari (Gresik), Desa Jatimulyo (Kulonprogo), Desa Senaru (Lombok Utara), Desa Kare (Madiun), Desa Dumaring (Berau), Desa Jangglengan (Sukoharjo), Desa Plajam (Jepara), Desa Tunggulrejo (Karanganyar), Desa Buku (Polewali), Desa Karang Kemiri (Banyumas), Desa Penarungan (Badung) dan Desa Puspamukti (Tasikmalaya).

Selain itu untuk desa wisata favorit pada kategori desa berkembang, tertinggal dan sangat tertinggal diraih oleh Desa Guci Kabupaten Tegal. Sedangkan untuk desa favorit pada kategori desa mandiri dan maju diraih oleh Desa Ketapanrame Kabupaten Mojokerto.

Dalam sambutannya, Menteri Desa dan PDTT Abdul Halim Iskandar mendorong desa wisata agar menonjolkan keunikan dan ciri khas masing-masing. Upaya ini dilakukan untuk membangun citra desa yang otentik sekaligus menarik perhatian wisatawan.

“Desa wisata, pasti harus mengedepankan keunikan desa, keunikan alamnya, keunikan budayanya, keunikan keseniannya, dan segala keunikan lainnya. Sektor wisata kini menjadi salah satu strategi utama desa untuk meningkatkan pendapatan warga, melindungi lingkungan dan juga menjaga kerukunan warga,”katanya, mengutip siaran pers Kemendes PDTT.

Menteri yang akrab disapa Gus Halim itu menjelaskan ajang LDWN 2023 ini meneruskan upaya yang telah dilakukan pada tahun 2019 dan 2022.

“Lomba ini bermanfaat untuk mengapresiasi upaya desa, dalam mengembangkan desa wisata, serta mempromosikan keunikan dan keindahan desa wisata, kepada khalayak lebih banyak. Ayo berwisata ke desa saja,” tuturnya.

Gus Halim juga mengapresiasi kepala daerah yang berkomitmen mendukung pengembangan desa wisata. Dia juga berharap para kepala daerah semakin kuat berkomitmen dalam membangun desa.

“Semoga para pemenang semakin berkualitas membangun wisata berkelanjutan. Semoga para kepala desa semakin bersemangat mendukung BUMDesa wisata,”katanya.

Tak hanya itu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga meminta desa mendinamiskan kelembagaan dan budaya desa. Sehingga adaptif dan mampu menyesuaikan perkembangan lingkungan.

Saat ini desa-desa wisata mencakup jenis wisata yang meriah. Di antaranya yakni wisata danau dan laut, pantai, pegunungan, hutan, sungai, air terjun, air panas, embung, kolam pemandian umum, taman, budaya, seni dan tradisi, sejarah dan religi, dan kuliner.

“Desa wisata harus mengedepankan wisata yang berkelanjutan dan mendukung SDGs Desa tujuan ke sembilan yakni infrastruktur dan inovasi desa sesuai kebutuhan,”pungkasnya.

Perkembangan Desa Kalipelus

Keindahan Pantai Pangasan Kebonagung. (Foto: M Akhlis Sofan)

Dengan raihan prestasi ini, Desa Kalipelus menyusul Desa Wisata Sendang Pacitan yang terlebih dahulu mendapatkan prestasi membanggakan untuk pengembangan wisata di tingkat nasional.

Dalam perjalanan pengembangan desa wisata, Desa Kalipelus terus bersolek. Beberapa wisata yang ada di Desa Wisata Kalipelus, seperti Pantai Pangasan, Pantai Pikatan, Pantai Srengit, Tukluk Pices, dan Kali Sangklehan.

Tentu yang paling populer adalah Pantai Pangasan yang kini menjadi salah satu jujugan alternatif selain Pantai Klayar bagi wisatawan menikmati keindahan pantai di Pacitan.

Selain itu, Desa ini memiliki kearifan lokal yang unik yakni budaya lokal Ruwat Sukerta yang diagendakan setiap 1 tahun sekali.

Video Indahnya Pantai Pangasan yang tak Bisa Diungkapkan dengan Kata-kata

No More Posts Available.

No more pages to load.