Swasta dan Pelajar Dominasi Pelanggaran Hingga Laka Lantas di Pacitan

oleh -Dibaca 152 kali
KETERANGAN PERS. Kapolres Pacitan didampingi Kasatlantas saat konferensi pers anev tahun 2022 baru-baru ini di Pacitan. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Kalangan swasta dan pelajar menduduki prosentase tertinggi sebagai pelanggar lalu lintas dan kasus kecelakaan lalu lintas selama tahun 2022. Hal itu diungkap oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pacitan AKP Siswoyo saat berbincang dengan awak media pada Jumat (30/12/2022) lalu di Pacitan.

Data yang diperoleh Pacitanku.com dari Polres Pacitan, pada tahun 2022 terjadi sebanyak 322 kasus laka lantas dan menyebabkan 36 orang meninggal dunia. Jumlah ini meningkat 18,56% dibanding tahun 2021 dengan 264 kasus dan 28 meninggal dunia.

Untuk mayoritas 322 kasus selama 2022 itu, kebanyakan diantaranya adalah swasta, yakni 182 dan pelajar sebanyak 78, atau usia rata-rata terbanyak laka lantas dalam rentang 16-30 tahun.

Selain kasus laka, kalangan swasta dan pelajar juga mendominasi pelanggar lalu linta selama tahun 2022, dengan rincian untuk swasta 1130 dan pelajar sebanayk 849.

Terkait data ini, Kasatlantas mengatakan adanya peningkatan laka lantas di Pacitan selama tahun 2022 dikarenakan ada beberapa faktor, diantaranya manusia, yang kedua faktor alam, yang ketiga faktor kendaraan.

“Manusianya itu cenderung tidak menguasai sehingga terjadi laka, kalau faktor alam, banyak jalan berlobang tikungan yang tajam, sehingga masyarakat juga kurang mengetahui,”katanya.

Lebih lanjut, Kasatlantas mengungkapkan jajarannya juga sudah menentukan berbagai titik trouble spot dan blackspot, salah satunya di wilayah Pacitan kota.

“Disitu juga sudah kita sampaikan himbauan dimana trobel spot dan blackspot, jadi kalau blackspot itu sepanjang simpang tiga kampung Pacitan sampai simpang tiga Sirnoboyo disitu sudah berbagai macam himbauan, juga kita patrol, giat 21, namun dengan cara humanis, dan tidak melakukan penindakan secara tilang regular atau masih berupa tilang teguran,”paparnya.

Perlu adanya koordinasi dan kolaborasi

Menanggapi terkait angka kenaikan laka lantas yang cukup tinggi selama 2022, Kasatlantas mengungkapkan perlunya Kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya adalah sekolah dan juga perusahaan.

“Harus ada kerjasama, yang pertama kita dari pihak polisi juga sosialisasi di berbagai tempat di berbagai sekolah, menghimbau, karena  umur yang kecelakaan itu masih sekolah rata-rata dan karyawan, kita ke pabrik rokok di Pacitan, kemudian kita sosialisasi,”ujar dia.

Untuk ke sekolah, kata Kasatlantas, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan berkolaborasi, dengan semua stakeholder.

“Kita ke sekolah, jangan sampai kita hanya menekan saja, makanya kami menjadi inspektur upacara disitu, rekan-rekan kanit, termasuk kasat, bagaimana mengajak pelajar itu menjadi pelopor tertib lalu lintas, dan kami tidak menakut-nakuti, kami hanya megetuk hatinya bagaimana cara kita bersama-sama benar-benar dari dalam hati untuk kesadaran berlalu lintas, terutama mereka punya keluarga, punya tetangga, mengajak berpartisipasi bersama-sama, bukan tanggungjawab kepolisian saja tapi bersama-sama,”pungkasnya.