Bermodal Rp 20 Ribu, Mahasiswi Pacitan ini Tekuni Bisnis Buket Bunga

oleh -Dibaca 1,649 kali
Fatta Nurjannah mahasiswi Program Studi Pendidikan Matematika di Kampus STKIP PGRI Pacitan menginspirasi lewat bisnis bouquet yang dirintisnya (Dok. Wisnu Ariyani for Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Status mahasiswa tak menghalangi Fatta Nurjannah untuk merintis menjadi pengusaha.

Mahasiswi Program Studi Pendidikan Matematika di Kampus STKIP PGRI Pacitan ini kini terus menjalankan bisnis buket atau karangan bunga.

Hanya dengan bermodalkan Rp 20 ribu, Fatta mulai merintis bisnis tersebut sejak tahun 2018.

Berawal dari kesukaannya membuat kerajinan dan melihat peluang usaha buket yang menjanjikan, Fatta memulai usahannya dengan menggunakan peralatan dan bahan dengan kuantitas minim di rumahnya, Desa Purworejo, Pacitan.

“Karena baru pertama kali membuat dan takut rugi, aku beli alat dan bahan buket dengan kuantitas yang minim. Kemudian setelah jadi, aku tawarkan ke teman-teman terdekatku. Akhirnya, karena banyak yang suka dan berminat aku mulai serius menekuni bisnis ini. Meskipun pas awal membuat banyak trial error nya tapi lambat laun kualitas bouquetnya lebih baik dan ditunjang peralatan yang lebih modern,”katanya, Sabtu (13/8/2022).

Fatta mengatakan awal dirintisnya bisnis buket tersebut, ia tidak pernah melakukan promosi di akun media sosial miliknya.

Namun, salah satu rekannya dengan sukarela membantu untuk mempromosikan dan membuat akun instagram sehingga usaha ini dikenal khalayak luas.

“Branding bisnis buket ini adalah merhaba.hola. Nama merhaba berasal dari bahasa Turki yang artinya “halo”. Jadi aku sering karena sering nonton vlog salah satu youtuber dan sering mendengar kata “merhaba”. Karena menurutku ini enak didengar akhirnya aku menggunakannya sebagai nama bisnis, sedangkan hola sendiri juga berarti halo,”imbuhnya.

Dalam sehari, perempuan 22 tahun ini pernah menghasilkan kurang lebih 10 orderan buket untuk berbagai acara seperti kado wisuda, ulang tahun, lamaran, dan kado pernikahan.

Berkisar mulai dari Rp 35 ribu untuk buket snack dan Rp 65 ribu untuk buket bunga artificial, Fatta mendapatkan keuntungan.

Kini, ia berhasil ‘mengepakkan sayap’ bisnisnya dengan menjual berbagai produk handmade seperti aneka buket, pop up dan flate frame, hampers dan kado, mahar dan seserahan, serta sign acrylic.

Masyarakat dari berbagai kalangan usia menjadi target dari pemasaran tersebut.

“Aku berharap kepada rekan-rekan mahasiswa agar tidak takut memulai wirausaha. Apabila kita menemui kegagalan, teruslah melangkah. Mencoba dan terus mencoba, karena dari berbagai kegagalan, kita dapat mengambil berbagai pelajaran. Pantang menyerah dan teruslah mengasah skill yang dimiliki untuk menghasilkan output terbaik kedepannya,”pungkasnya.

Kedepannya, Fatta berharap agar dapat mengembangkan bisnisnya yang lebih besar dengan mendirikan store dan merekrut karyawan.

No More Posts Available.

No more pages to load.