Awalnya Hobi, Kini Pria di Pacitan ini Jadi Pelukis Sketsa Wajah Hingga Pernah Terima Pesanan dari Kanada

oleh -Dibaca 1,892 kali
Pelukis Sketsa Wajah Pacitan Kus Hervica Tampil Pada Podcast Kertas Kosong Pacitanku, Pacitan, Rabu (10/8/2022). (Foto: Tangkapan Layar Youtube Pacitanku TV)

Pacitanku.com, PACITAN – Sebagian masyarakat Pacitan mungkin saja mengenal salah satu pelukis terkenal di Pacitan, Kus Hervica. Kus Hervica dikenal memiliki keahlian melukis sketsa wajah.

Namun demikian, siapa sangka semua itu berawal dari hobinya menggambar tokoh kartun saat dirinya berusia Sekolah Dasar (SD).

Kini Namanya semakin berkibar menjadi salah satu pelukis berbakat di Pacitan. Bahkan saat pandemic COVID-19 melanda lalu, dirinya sempat menerima pesanan secara terus-menerus selama tiga bulan dari negara Kanada.

Pria yang akrab disapa Kus ini awalnya tinggal di Desa Kayen, Kecamatan Pacitan dan  pindah setelah menikah ke Desa Purwosari, Kecamatan Kebonagung, Pacitan.

Kus mengungkapkan kisah kehidupannya tentang bagaimana awal mula karirnya hingga akhirnya menjadi pelukis sketsa wajah dan terima orderan dari Kanada.

Dalam program podcast Pacitanku yang tayang pada Rabu (10/8/2022) di Pacitanku TV, Kus Hervica menceritakan menggambar memang merupakan hobinya sedari kecil.

Bahkan saat dia menempuh pendidikan SD, dirinya kerap menggambar tokoh kartun seperti Son Goku dari kartun Dragon Ball yang terkenal pada zamannya dahulu di buku pelajaran miliknya.

Lalu, bersama dengan saudara kembarannya, Kus Hervida bahkan pernah menjual hasil gambarnya kepada teman sekolahnya.

Selanjutnya Kus masuk ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan masih melanjutkan hobinya.

Saat menempuh pendidikan menengahnya, dia sering membuat gambar di tembok (mural) bersama dengan saudara kembarannya di kelas-kelas dari sekolah tempatnya belajar.

Kus mulai tertarik pada sketsa saat di bangku kuliah. Meskipun tidak menempuh program linier seperti program studi pendidikan seni rupa, melainkan malah mengambil program studi pendidikan matematika sebagai pilihannya, dia masih tetap melanjutkan hobinya ini.

Dia sering berkumpul dan menggambar objek bersama teman yang menempuh program studi seni rupa. Karena belum terlalu mahir membuat gambar sketsa, dia mencoba beralih ke gambar digital seperti vektor dan Wedha’s Pop Art Potrait (WPAP).

Akan tetapi, lama-kelamaan setelah merasa bosan dengan gambar digital akhirnya Kus memutuskan kembali dan fokus membuat gambar sketsa.

Kus mengungkapkan, dia pertama kali mendapatkan pesanan gambar sketsa pada tahun 2010. Setelah sekian banyaknya pesanan yang diterimanya, dia mencoba bekerja sama dengan kenalannya yang memiliki usaha kaos lukis.

Disini Kus mulai melihat adanya peluang, dan akhirnya memutuskan membuka usaha jasa lukis sketsa yaitu Jurusketwajah pada tahun 2013.

Kus mengatakan jika dia memasang tarif harga delapan puluh ribu per wajah untuk lukisan dengan ukuran A4. Dia mulai mempromosikan usahanya lewat media sosial Facebook menggunakan telepon genggam jadul yang seadanya (Samsung) bukan menggunakan merek yang sedang naik pada zamannya (Blackberry).

Akan tetapi, akhirnya dia meminta bantuan teman karena banyak pelanggan yang meminta pin BlackBerry Messengger (BBM) meski dia tidak punya. Dan akhirnya dia mendapat telepon genggam baru pertamnya untuk mendukung usaha setelah mendapatkan penghasilan.

“Banyak yang minta pin BBM kepada saya. Saya kasih pin teman saya karena tidak punya. Akhirnya karena sudah ada pemasukan saya beli android pertama. Setelah itu usaha saya menjadi lebih lancar dan meroket,”ujar Kus.

“Sebulan kalau produktif bisa mengerjakan sepuluh sketsa. Kalau overload akan dikerjakan bersama dengan kembaran saya. Pernah dapat pesanan lukisan dari Bali sekitar 30 bingkai lukisan wajah ukuran A4 untuk Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang dikerjakan bersama dengan kembaran saya,”imbuhnya.

Bahkan saat ditanya apakah ada klien yang terburu-buru meminta pesanan, Kus menyampaikan sempat ada pesanan lukisan dari pelanggan yang bekerja di kantor yang menginginkan hasilnya selesai dalam waktu singkat.

“Sering, kantor minta cepat untuk Serah Terima Jabatan (SERTIJAB) dan pesanannya diluar nalar. Minta 20 lukisan wajah dalam satu malam. Saya tidak tidur, dan akhirnya lukisan dikerjakan berdua,”katanya.

Selama melukis, luar biasanya lagi, Kus pernah mendapatkan pesanan lukisan dari negara Kanada terus-menerus selama tiga bulan.

“Waktu itu sempat dapat orderan dari Kanada. Pada saat pandemi Covid-19 tahun 2020. Pelanggan lumayan intens terus pesan lukisan berupa soft file ukuran A3 dan A4. Hasil lukis dipindai menggunakan printer atau HP, lalu di edit di perangkat lunak Photoshop untuk kontras dan saturasinya. Pesanan ini bertahan selama tiga bulan,”tuturnya.

Kini seiring namanya yang terus berkibar menjadi salah satu pelukis sketsa wajah berbakat Kus menyampaikan target yang ingin dicapainnya.

“Target pribadi pasti ada, lebih branding ke karya idealis, selain di pameran mencoba di marketplace luar negeri. Selain kanvas (hard file) juga bisa menggunakan email (soft file),”pungkasnya.