Kronologi Anak SD Terseret Arus dan Tenggelam di Muara Sungai Grindulu

oleh -Dibaca 3.883 kali
PENCARIAN KORBAN TENGGELAM. Tim dari BPBD Pacitan bersama sejumlah relawan mencari korban tenggelam atas nama Daffan pada Sabtu (30/7/2022) malam. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Peristiwa tragis menimpa seorang bocah atas nama Daffan, warga RT/RW 02/III Kelurahan Baleharjo, Pacitan.

Daffan yang berenang bersama ketiga temannya mengalami musibah terseret arus di muara sungai Grindulu dan Pancer Dorr di Pacitan pada Sabtu (30/7/2022) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Erwin Andriatmoko menjelaskan kronologi peristiwa terseret arus yang dialami seorang bocah yang masih usia SD atas nama Daffan tersebut.

“Pada Sabtu (30/7/2022) sore, sekitar pukul 15.00 WIB ada 4 orang anak dari Kelurahan Baleharjo, mereka berempat sekitar 10 tahunan usianya, seumuran, berenang di Sungai, tanpa pengawasan,”kata Erwin saat ditemui awak media di sela-sela proses pencarian korban.

Dari keempat anak tersebut, imbuh Erwin, satu anak pulang dulu, dan yang tiga, termasuk Daffan berenang.“Namun yang 1 (atas nama Daffan, red) mungkin tidak bisa berenang akhirnya tenggelam karena terseret arus, sedangkan yang dua anak bisa selamat,”ujar dia.

Jajarannya, imbuh Erwin, mendapatkan informasi tenggelamnya seorang anak usia SD itu Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WIB.

“Akhirnya kami mengecek dan melakukan pencarian sampai Sabtu malam, dan sampai Sabtu malam belum ditemukan dan belum ada tanda-tanda,”tandas pria yang juga mantan Camat Tegalombo ini.

Proses pencarian, kata Erwin, melibatkan tim reaksi cepat (TRC) BPBD Pacitan, nelayan, warga dan sejumlah relawan kemanusiaan.

“Kami sudah menyisir area di sini dari sore sampai saat ini, ya harapan kita semoga korban segera ditemukan,”ujar dia.

Dalam proses pencarian korban, Erwin mengatakan cuaca mendukung dan tidak ada kendala. Hanya saja hingga Sabtu malam pencarian belum membuahkan hasil. Pencarian lanjutan dilakukan pada Ahad (31/7/2022).

“Insyaallah (proses pencarian) kendala tidak ada, kebetulan air juga tidak terlalu tinggi, cuaca juga mendukung, cuma mungkin karena faktor lain saja yang menyebabkan (korban) belum bisa ditemukan,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.