Tim SAR Gabungan Terus Lakukan Pencarian Anak SD Korban Tenggelam, Ini Imbauan untuk Warga

oleh -Dibaca 2,165 kali
Kapolsekta Pacitan AKP Sugeng Rusli. (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Badan SAR Nasional (BASARNAS), TNI dan Polri serta relawan gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap seorang anak usia 10 tahun yang menjadi korban tenggelam pada Sabtu (30/7/2022) sore.

Pencarian dilanjutkan pada Ahad (31/7/2022) di sejumlah titik di perairan Pacitan. Namun hingga berita ini ditulis, korban atas nama Daffan belum ditemukan.

Kepala Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Pacitan AKP Sugeng Rusli mewakili Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pacitan juga memberikan imbauan kepada warga terkait kejadian ini.

“Kami dari Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pacitan menghimbau kepada masyarakat khususnya yang akan datang ke daerah Pancer Dorr hanya dengan tujuan untuk melihat, kami berharap untuk tidak datang dulu ke lokasi,”kata AKP Sugeng Rusli, Ahad (31/7/2022).

Baca juga: Kronologi Anak SD Terseret Arus dan Tenggelam di Muara Sungai Grindulu

Bukan tanpa alasan FOrkopimcam memberikan imbauan tersebut. Hal itu lantaran lokasi masih digunakan tim untuk melakukan pencarian terhadap Daffan.

“Di lokasi ini masih digunakan untuk  tim dari basarnas bpbd maupun dari TNI POlri masih melakukan pencarian mohon perhatian kepada seluruh warga yang simpati kepada kejadian ini, kepada warga yang tenggelam dan belum ditemukan, harapan kami ikhiar berdoa mudah-mudahan segera ditemukan, dan kami imbau sementara untuk tidak datang dulu ke lokasi,”imbuh AKP Sugeng Rusli.

Sebelumnya diberitakan di Pacitanku.com, peristiwa tragis menimpa seorang bocah atas nama Daffan, warga RT/RW 02/III Kelurahan Baleharjo, Pacitan.

Daffan yang berenang bersama ketiga temannya mengalami musibah terseret arus di muara sungai Grindulu dan Pancer Dorr di Pacitan pada Sabtu (30/7/2022) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Erwin Andriatmoko menjelaskan kronologi peristiwa terseret arus yang dialami seorang bocah yang masih usia SD atas nama Daffan tersebut.

“Pada Sabtu (30/7/2022) sore, sekitar pukul 15.00 WIB ada 4 orang anak dari Kelurahan Baleharjo, mereka berempat sekitar 10 tahunan usianya, seumuran, berenang di Sungai, tanpa pengawasan,”kata Erwin saat ditemui awak media di sela-sela proses pencarian korban.

Dari keempat anak tersebut, imbuh Erwin, satu anak pulang dulu, dan yang tiga, termasuk Daffan berenang.“Namun yang 1 (atas nama Daffan, red) mungkin tidak bisa berenang akhirnya tenggelam karena terseret arus, sedangkan yang dua anak bisa selamat,”ujar dia.

Proses pencarian, kata Erwin, melibatkan tim reaksi cepat (TRC) BPBD Pacitan, nelayan, warga dan sejumlah relawan kemanusiaan.

No More Posts Available.

No more pages to load.