Jumlah PPDB Tingkat SD di Pacitan Meningkat, Tapi Ada Sekolah yang Penerimaannya Nol

oleh -Dibaca 1,200 kali
Foto Ilustrasi: Siswa sekolah di Kecamatan Bandar, Pacitan sebelum masa pandemi. (Foto: Dwi Purnawan/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Jumlah peserta Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) khususnya tingkat SD di Kabupaten Pacitan mengalami peningkatan pada tahun 2022 ini. Namun demikian, distribusi sekolah belum merata, bahkan ada lembaga yang tidak ada peserta didiknya.

“Untuk PPDB, khususnya SD di Pacitan, ini secara rekapitulasi Kabupaten ada peningkatan 5000 sekian menjadi 5300, ada peningkatan meskipun sedikit, namun demikian secara distribusi per lembaga itu ada yang penerimaannya nol, tidak ada (siswanya),”kata Kepala Dinas Pendidikan (DIndik) Pacitan Budiyanto, Jumat (29/7/2022) di Pacitan.

Terkait hasil PPDB tersebut, Budiyanto mengatakan hal itu menjadi bagian evaluasi jajarannya.

“Nanti akan ada analisis, dan nanti akan ada penyesuaian sistem, nanti kita kasih asesmen, kita tidak buru-buru regrouping dari dua sekolah menjadi satu sekolah ya,”tandasnya.

Sebagai contoh, kata dia, sekolah-sekolah yang jumlah siswanya sedikit tersebut akan dibuat pembelajaran kelas rangkap.

“Nanti pembelajaran kelas rangkap ada dua kelas digabung satu, satu guru mengampu dua kelas, upaya seperti itu dilakukan supaya menutup kekurangan tenaga pendidik, karena tenaga pendidik tidak selamanya ideal, jumlah kebutuhan dengan kondisi realitas itu tak sama, karena sehingga kita harus lincah, artinya menhadapi situasi seperti itu ya harus kita sesuaikan,”papar dia.

Data yang dihimpun DIndik Pacitan, Kata dia, ada tiga Lembaga SD yang mengalami minim atau kekosongan pendaftar peserta PPDB, seperti SDN Dersono II dan SD di Gembong.

Selain persoalan tersebut, Budiyanto menyebut lembaga Pendidikan atau sekolah lain lebih menarik sehingga membuat orang tua lebih tertarik mendaftarkan anaknya sekolah diluar sekolah dibawah naungan Dindik Pacitan.

“Yang di sekolah lain yang lebih menarik, mungkin di sekolah kontennya agama, maka itu jadi bahan best practice kita, supaya kedepan kita lebih menata perbaikan, karena dari sisi pelayanan, sekolah kita harus lebih baik dari waktu ke waktu, karena kalau tidak, otomatis akan ditinggal oleh pengguna,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.