Hari Jadi Pacitan, Yayasan Eljohn Pacitan Gelar Pelatihan Batik Alami dan Donor Darah

oleh -Dibaca 1,907 kali
BATIK ECOPRINT. Puluhan ibu-iibu membatik alami di kawasan lingkungan Teleng. (Foto: Sulthan Shalahuddin)

Pacitanku.com, PACITAN – Yayasan Eljohn Indonesia cabang Pacitan menggelar sejumlah kegiatan untuk menyemarakkan Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke-277. Sejumlah kegiatan itu adalah kegiatan pelatihan membatik alami atau ecoprint dan kegiatan donor darah rutin bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Pacitan.

Ketua Yayasan Eljohn Indonesia cabang Pacitan Suyitno saat dikonfirmasi Pacitanku.com di lokasi kegiatan, Ahad (20/2/2022) menuturkan kegiatan yang digelar tersebut diperuntukkan untuk pembatik warga di lingkungan Teleng, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan.

“Untuk kegiatan hari ini, Yayasan Eljohn Indonesia cabang Pacitan mengadakan sejenis pelatihan UMKM yaitu membatik alami atau yang dikenal ecoprint untuk warga Pacitan khususnya warga lingkungan Teleng yang nantinya akan menjadi warga binaan Eljohn cabang Pacitan,”kata Suyitno.

Kegiatan selanjutnya, kata Suyitno, sebagai salah satu bentuk partisipasi dalam rangka Hari Jadi Pacitan, Eljohn juga akan melakukan soft launching opening batik ecoprint di Kawasan Teleng.

“Selain workshop ini dari Yayasan Eljohn Indonesia, itu sudah agenda rutin kita mengadakan donor darah bekerja sama dengan PMI Pacitan, dirangkaiakn workshop ecoprint,”katanya.

Adapun, warga yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 20 orang, yang nanti akan menjadi warga binaan Eljohn usai mendapatkan pelatihan.

Sumarni Rahayu, salah satu pembatik dari lingkungan Barehan mengatakan kegiatan itu merupakan pengalaman yang seru dan menyenangkan.

Ketua Yayasan Eljohn Indonesia Pacitan Suyitno. (Foto: Sulthan Shalahuddin)

“Ini untuk saya pengalaman saya di ecoprint, di rumah itu mbatik tapi pace bukan ecoprint, ternyata Ecoprint itu asyik mas, bahannya pun mudah didapat, dan kita tinggal nunggu hasilnya setelah selesai, pengalaman seru sekali, membuat teman-teman pembatik senang,”ujarnya.

Sementara, pelatih workshop ecoprint, Novita Widyasari mengatakan pihaknya menggunakan kain sebagai bahan dasar untuk membatik.

Batik-batik hasil dari ecoprint tersebut, kata Novita, bisa dipasarkan dengan harga yang bisa bersaing dengan batik jenis lain.

“Kalau kita hasil ecoprint ini bisa bersaing sama batik, pasarannya 250 sampai 300, misalkan sutra ya tinggi sekali, “kata Novita.