Dewan Kesenian Pacitan Resmi Dilantik, Bupati Aji Harapkan Sering Gelar Event Budaya

oleh -Dibaca 386 kali
DILANTIK. Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji saat pelantikan Dewan Kesenian Pacitan pada Jumat (7/1/2022). (Foto: Dok. Prokopim)

Pacitanku.com, PACITAN – Dewan Kesenian Pacitan masa bakti 2021-2025 resmi dilantik pada Jumat (7/1/2022) di Sanggar Song Meri, Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan. Khoirul Amin ditetapkan sebagai Ketua Dewan Kesenian Pacitan periode tersebut.

Dalam pelantikan Dewan Kesenian Pacitan itu, Bupati Indrata Nur Bayuaji berharap Kabupaten Pacitan sering menggelar event untuk mengangkat serta memperkenalkan budaya, tradisi dan kesenian Pacitan.

Pernyataan itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Dewan Kesenian Pacitan di Sanggar Song Meri Desa Sukoharjo, Jumat (07/01).

“Saya membayangkan agenda kesenian di Pacitan atau kegiatan event  itu bisa banyak sekali dan sebenarnya iya kalau kita rajin membuka media sosial. Sebenarnya ada terus, namun itu semua belum jadi satu,”kata Bupati, mengutip siaran pers laman Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pacitan.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan hal tersebut bukan tanpa sebab. Orang nomor satu di Pacitan itu melihat sejauh ini kegiatan berkesenian di Kabupaten Pacitan cenderung masih bersifat individu atau kelompok, belum dalam satu agenda besar Kabupaten Pacitan. 

Untuk itu, melalui kepengurusan Dewan Kesenian terlantik, Bupati berharap dapat menyatukan para pelaku seni budaya serta kelompok-kelompok sanggar yang ada. Bersatu padu berkolaborasi demi mengangkat nama daerah.

“Semangatnya harus sama-sama demi Pacitan. Kalau semua sudah berfikir Pacitan, harapannya akan banyak orang yang datang, dan uang itu akan datang dengan sendirinya,” katanya lagi.

Khusus kepada Dewan Kesenian, Bupati berharap bisa menjadi mitra pemerintah daerah dalam membuat strategi  kebijakan dalam pengembangan kesenian tradisi dan budaya di Pacitan.

Dalam kesempatan itu pula Bupati Indrata Nur Bayuaji mempersembahkan satu puisi karya KH. Mustofa Bisri atau yang akrab di sapa Gus Mus dengan judul “Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat.”