Pemkab Pacitan Terus Bertekad Tuntaskan Kota Tanpa Kumuh

oleh -Dibaca 337 kali
Lokakarya KOTAKU di Pacitan.

Pacitanku.com, PACITAN – Beragam cara dilakukan Pemerintah Kabupaten Pacitan untuk menuntaskan kawasan kumuh. Salah satunya, yakni dengan menggiatkan kolaborasi bersama semua elemen masyarakat dalam mewujudkan Pacitan kota tanpa kumuh.

Terbaru, Pemkab Pacitan melalui Stakeholder Pemkab Pacitan, Lembaga Keswadayaan Masyarakat dan Konsultan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) menggelar lokakarya KOTAKU yang digelar sejak Rabu (13/10/2021) hingga Kamis (14/10/2021) melalui dalam jaringan (daring)/

Kepala Badan Perencaan Daerah (Bappeda) Pacitan Pamudji dalam keterangannya mengatakan penanganan kumuh dengan slogan “100-0-100” dalam pencapaiannya akan ditentukan oleh dukungan partisipasi masyarakat dan kontribusi peran Pemerintah Daerah serta kemitraan sinergis atau kolaborasi stakeholders pembangunan kota di daerah.

“Kapasitas dan komitmen Pemerintah Daerah yang baik didukung para pemangku kepentingan menjadi faktor utama dikarenakan sebagai nakhoda diharapkan mampu mewujudkan tuntas kawasan kumuh,”katanya.

Menurut Pamudji, target penuntasan kumuh di tahun 2026, sedangkan di tahun 2021 ini dirinya mengatakan  KOTAKU melalui APBN mendapat dana sebesar 2 milyar untuk dua desa di Pacitan.

“Pada tahun 2021 Kabupaten Pacitan melalui Program KOTAKU memperoleh dana penanganan kumuh dari APBN sebesar Rp 2 miliar untuk Desa Bangunsari dan Tanjungsari. Sedangkan untuk kegiatan Cash For Work / Padat Karya Tunai senilai Rp 900 juta untuk Desa Sirnoboyo, Desa Sumberharjo dan Kelurahan Ploso,”jelasnya.

Pemanfaatan dana tersebut, ujar dia, diprakarsai oleh Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) dengan memberdayakan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai pelaksananya.

Di sisi lain, Pamudji mengatakan faktor penyebab kumuh yang perlu diperhatikan juga selain dari infrastruktur adalah perilaku masyarakat.

Senada dengan Pamudji, Koordinator Kota Cluster 1 Program KOTAKU Taufiq Alvi turut menekankan perlunya pemanfaatan dan pemeliharaan yang baik dan benar agar infrastruktur tetap terawat sehingga tidak terjadi kumuh kembali.

“Di sinilah peran masyarakat sangat penting, Salah satu upaya percepatan penuntasan kumuh adalah melalui kolaborasi dan replikasi program, yang meski belum terlaksana dengan sempurna, namun dapat dikategorikan sudah berjalan,”ujarnya.

Kegiatan lokakarya dihadiri sejumlah pejabat, stake holder, pimpinan lembaga, dan masyarakat yang akan terlibat dalam KOTAKU di Pacitan.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan