Fakultas Perikanan UB Dukung Pengembangan Kontainer Berpendingin untuk Dongkrak Kualitas Hasil Perikanan

oleh -Dibaca 589 kali
PT INKA melakukan ujicoba Reefer Container pada Kamis (23/9/2021). (Foto: M Akhlis Sofan/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITANFakultas Perikanan Universitas Brawijaya (UB) mendukung penuh pengembangan Reefer Container yang merupakan salah satu jenis kontainer yang dilengkapi dengan pendingin atau refrigeration unit tertutup.

Kegiatan uji coba Reefer Container yang merupakan pengembangan Sistem Rantai Dingin Industri Perikanan Indonesia digelar pada Kamis (23/9/2021) di kawasan dermaga Tamperan, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur.

Untuk mendukung pengembangan itu, Dekan Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Prof Maftuch mengatakan pihaknya sejak awal bekerja sama dengan PT Industri Kereta Api (PT INKA) dan didorong oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) tergabung di dalam aktivitas pembuatan Reefer Container  tersebut.

“Kemudian peran kami yang pertama bagaimana logika menarik satu produk baru kita establishkan untuk kegiatan untuk di nelayan, itu kami bersama PT INKA berdiksusi cukup intens, kemudan menemukan beberapa solusi,”ujar Prof Maftuch, Kamis siang.

Kemudian yang kedua, kata dia, tugasnya adalah mencoba melakukan beberapa riset seberapa efektif terkait peningkatan mutu.

“Kami akan menurunkan dosen dan mahasiswa untuk meristem kapasitas dari Reefer Container ini  apakah memang ada peningkatan mutu dengan es atau alat ini,”jelasnya.

Selain itu, kata Prof Maftuch, adalah terkait dengan penerimaan atau user, yaitu para nelayan. Dimana, kata dia, dalam teknologi diseminasi itu pasti ada resistensi atau penolakan.

“Udahlah biarin pakai palka ini lebih enak, daripada (Reefer Container) ini ribet dan sebagainya, itu yang akan kami lakukan dalam riset atau penelitian kami sehingga nanti akan ditemukan satu titik temu antara produsen dari INKA sesuai dengan keinginan Kemenko Marves,”jelasnya.

Pihaknya, kata Prof Maftuch, juga dibantu PT Kelola Mina Laut (PT KML) untuk menemukan titik temu pengembangan produk tersebut.

“Sehingga kalau ada garis vertikal dan horizontal maka kita akan temukan resultannya sehingga kita ketemu efektivitas alat ini betul-betul bisa diproduksi oleh PT INKA sesuai dengan harapan Kemenko Marves, saya kira itu harapan dari Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya, dan dalam riset kita hitung itu tidak mungkin cost lebih besar dari manfaatnya,”pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bekerja sama dengan PT Industri Kereta Api (PT INKA) menggelar uji coba Pengembangan Sistem Rantai Dingin Industri Perikanan Indonesia pada Kamis (23/9/2021) di kawasan dermaga Tamperan, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur.

Pengembangan tersebut adalah uji coba Reefer Container yang merupakan salah satu jenis kontainer yang dilengkapi dengan pendingin atau refrigeration unit tertutup.

Diketahui, Reefer Container produksi PT INKA ini memiliki spesifikasi dari prototipe yang sudah dibuat, masing-masing berkapasitas 1 ton, 2 ton, dan 5 untuk mini reefer container.

Untuk tingginya ada yang berukuran 20 kaki dan 40 kaki. Adapun temperaturnya berkisar antara -25°C dan -10 °C dengan ambient temperatur 40°C. Sumber listrik dari genset dengan jenis muatan ikan, sayur dan buah dengan operasional portable.

Turut hadir dalam kegiatan uji coba tersebut Asisten Deputi (Asdep) Hilirisasi Sumber Daya Maritim Amalyos Chan, Direktur Utama PT INKA Budi Novianto, perwakilan Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia Hasanudin Yasmi, dan perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan.

Pewarta: M Akhli Sofan
Editor: Dwi Purnawan