Mensos Tinjau Lokasi Evakuasi Bencana Tsunami di Pacitan

oleh -Dibaca 1.099 kali
Menteri sosial Tri Rismaharini saat berkunjung di Pacitan,Sabtu (11/9/2021). (Foto: Julian Tondo)

Pacitanku.com, PACITAN – Kabupaten Pacitan yang konon mempunyai julukan gudang  bencana alam dengan 11 potensinya yaitu, banjir bandang, longsor, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, kekeringan, cuaca ekstrim, kegagalan tehnologi, endemi penyakit, gelombang ekstrim, dan konflik sosial. Tampaknya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat.

Secara geografis, 11 potensi ancaman bencana tersebut ada karena kabupaten Pacitan berdekatan dengan lempeng Indo Australia. Dan berdasarkan kajian lapangan oleh beberapa lembaga seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), BPBD, dan perguruan tinggi, menempatkan Pacitan dengan status tinggi bencana.

Melihat potensi tingginya bencana, menteri sosial Tri Rismaharini saat berkunjung di Pacitan, meminta agar prediksi bencana yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diperhatikan dengan sungguh-sungguh, termasuk terkait potensi ancaman tsunami di pantai Selatan Jawa. Salah satunya adalah Kabupaten Pacitan yang berpotensi besar terdampak bencana gelombang tinggi.

Menurut Risma, jika dilihat dari letak geografisnya, sepanjang pantai selatan itu semuanya paling terdampak, tapi kalau di identifikasi paling banyak korban adalah wilayah Pacitan karena lokasi kota Pacitan di tengah-tengah teluk.

“Melihat lokasi, Teluk Pacitan itu akan memperkuat arus, maka dari itu segera lakukan pendataan dititik rawan.data orang orang dengan resiko tinggi, seperti kaum disabilitas, anak – anak, lansia. Evakuasi harus disimulasikan agar kita benar benar tahu hitungannya. Agar kita bisa selamatkan orang lebih banyak,” Kata Mensos, Sabtu (11/9/2021).

Sementara itu, Mensos juga menambahkan pentingnya kerjasama antar lintas lembaga dan masyarakat, karena mitigasi bencana itu adalah bersama.

“Semua harus bersatu, tidak boleh saling mengklaim ini tugas siapa, itu tugas siapa. Ini adalah tugas bersama,”imbuh Risma, yang juga  mantan wali kota Surabaya dalam sambutannya.

Di waktu yang sama, kepala BMKG Pusat Dwikorita Karnawati juga menyampaikan  skenario terburuk untuk wilayah pantai Pacitan akan mengalami ketinggian gelombang 28 meter, waktu datang kurang lebih 30 menit, tinggi genangan 15 sampai 16 meter.

“Itu potensi ya. Bukan prediksi. dan belum tentu terjadi. Kemungkinan terburuk itu dipilih agar kita siap lebih dini.dengan latihan kemungkinan terburuk, harapannya kita semua akan siap lebih baik,”ungkap Rita, sapaan akrab kepala BMKG pusat.

Sebelum mengakhiri giat simulasi evakuasi, Dwikorita menyampaikan pesan kepada masyarakat Pacitan akan pentingnya kesiapsiagaan bencana.

“Bersiap lebih dini akan membantu memitigasi bencana, sehingga korban bisa diminimalisir. Jangan panik. Kenali ancamannya sehingga kita bisa menyiapkan diri,”pungkas Rita.

Pewarta: Julian Tondo
Editor: Dwi Purnawan

Video Mensos RI Kunjungi Pacitan Tinjau Kesiapsiagaan Hadapi Bencana