Heroik, 4 Srikandi Sukses Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa di Luweng Sedalam 70 Meter di Punung

oleh -Dibaca 1.632 kali
KIBARKAN BENDERA RAKSASA. Empat pendaki perempuan sukses mengibarkan empat bendera raksasa di Luweng Musuk Punung. (Foto: Purnomo)

Pacitanku.com, PUNUNG – Empat srikandi pendaki perempuan sukses mengibarkan bendera merah putih raksasa di Luweng Musuk, Dusun Gebang, Desa Bomo, Kecamatan Punung saat upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-76 RI pada Selasa (17/8/2021) siang sekitar pukul 10.00 WIB.

Keempat pendaki perempuan yang terlibat itu adalah Kirana Raditya, Salwaa Ainayya, Nabila Nur Chairiza dari Mapala Silvagama Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) DI Yogyakarta dan Kartika Tri Agustin dari Mapala Dinamik Fakultas Teknik Universitas Muhamamdiyah Surakarta (UMS).

Keempat srikandi tersebut sukses mengibarkan bendera raksasa merah putih berukuran panjang 10 meter dan lebar 6 meter.

Kirana Raditya, salah satu pengibar bendera merah putih mengatakan salah satu hal yang menantang dalam pengibaran bendera adalah saat membawa bambu dan menyesuaikan ritme turun ke luweng sedalam 70 meter tersebut.

KIBARKAN BENDERA RAKSASA. Empat pendaki perempuan sukses mengibarkan empat bendera raksasa di Luweng Musuk Punung. (Foto: Purnomo/Sulthan Shalahuddin)

“Yang cukup sulit saat mengibarkan bendera, kita bawa bambu bareng,sehingga turunya harus menyesuakan ritme, pegang bambunya tadi, tadi yang agak susah menyesuaikan ritmenya tadi,”kata Kirana saat dikonfirmasi awak media usai pengibaran bendera raksasa tersebut.

Sementara, penanggung jawab kegiatan pengibaran bendera raksasa, Bambang Sumarno mengatakan persiapan tim pengibar bendera ini sendiri sudah berlangsung sejak sepekan.

“Termasuk administrasi, termasuk persiapan komunikasi dengan Silvagama UGM dan Dinamik UMS, PSS, terus bekerja sama dengan Cikalplus adventure, itu termasuk sangat singkat karena personilnya tim kami berpengalaman, seringkali mengadakann diklat dasar perekrutan anggota Mapala di Luweng musuk desa Bomo,”kata Bambang.

Bambang menuturkan pihaknya sudah mempertimbangkan dengan baik pemilihan Luweng Musuk sebagai lokasi pengibaran bendera raksasa tersebut.

“Kita mempelajari manajemen risikonya, kedua kedalamannya, untuk sap pertama 70 meter, sap pertama sampai aliran sungai 50 meter. Sebenarnya kemarin itu ada 3 pilihan, Luweng Musuk, Luweng Ombo di Desa Kalak Kecamatan Donorojo dan Luweng Dawung di Desa Sekar Kecamatan Donorojo, ternyata hasil rapat keputusannya di Luweng Musuk,”papar Bambang.

Adapun tim yang terlibat, kata Bambang, adalah sebanyak 24 orang, yang terdiri dari 4 pengibar dan personil pendukung sebanyak 20 orang.

Acara ini merupakan kolaborasi dari Pacitan Speleology Society (PSS), Mapala Silvagama Fakultas Kehuatanan UGM, Mapala Dinamik Fakultas Teknik UMS, Cikalplus Adventure dan Pemerintah Desa (Pemdes) Bomo Kecamatan Punung.

Pewarta: Sulthan Salahuddin
Editor: Dwi Purnawan

Video Heroik, 4 Srikandi Sukses Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa di Luweng Musuk Pacitan

No More Posts Available.

No more pages to load.