Kalak BPBD Pacitan: Tidak Ditemukan Dampak Gempa 6,7 SR Selatan Jawa di Wilayah Pacitan

oleh -Dibaca 301 kali
Kalak BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo. (Foto: Sulthan Salahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan Didik Alih Wibowo memastikan tidak ada dampak yang ditimbulkan di kawasan pantai dan juga wilayah Pacitan akibat bencana alam gempa bumi dengan kekuatan magnitude 6,7 di selatan pulau Jawa.

Untuk diketahui, episenter gempabumi pada Sabtu (10/4/2021) pukul 14.00 WIB tersebut terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 km. Masyarakat Pacitan juga merasakan getaran gempabumi tersebut.

“Sampai sekarang tidak berdampak, dan situasi dan kondisi di pantai aman,”kata Didik Alih Wibowo saat dihubungi Pacitanku.com, Sabtu sore.

Dia juga mengimbau masyarakat Pacitan tenang serta dan menggali informasi melalui info resmi BPBD.

“Masyarakat Pacitan agar tetap tenang , BPBD Pacitan siap menyebar luaskan info terupdate,”pungkasnya.

Hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempabumi ini memiliki magnitudo  M=6,7 kemudian diupdate menjadi magnitudo Mw=6,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 km.

Menurut keterangan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik,”kata Bambang.

Bambang memastikan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,”pungkasnya.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan