Penjelasan Kepala Pelaksana BPBD Terkait Gempa Tektonik di Pacitan

oleh -13217 views
Kalak BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo. (Foto: Yuniardi Sutondo)

Pacitanku.com, PACITAN – Gempa tektonik masih menjadi momok bagi masyarakat Pacitan. Apalagi hampir saban waktu, getaran gempa yang disebabkan retakan atau pergeseran lempeng bumi tersebut, jamak berlangsung di Pacitan.

Terbaru, gempa bumi tektonik terjadi pada Kamis (10/9/2020) sore dengan magnitudo 5,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,85 LS dan 110,84 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 77 km arah selatan Kota Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 64 km. Gempa bumi yang terjadi pada Kamis pukul 15.27 WIB tersebut tidak berpotensi tsunami.

Baca juga: Gempa Bumi 5,1 SR Guncang Pacitan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo mengatakan, yang perlu dipahami masyarakat, bahwa sampai detik ini belum ada teknologi atau pendekatan keilmuan untuk mengetahui kapan terjadinya gempa tektonik.

Begitupun dengan siklus gempa, yang menurut Didik hanyalah sebuah kajian.

“Secara teknologi belum ada yang bisa memastikan. Gempa tektonik lebih pada rahasia yang kuasa,” kata Didik saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Jumat (11/9/2020).

Yang harus dipahami masyarakat Pacitan, sambung dia, mereka harus sadar dan memahami kalau Kabupaten Pacitan masuk lingkaran atau cincin api (ring of fire). Sama seperti Aceh dan Papua.

Dan setiap hari hampir bisa dipastikan terjadinya gerakan-gerakan kecil yang mungkin tidak terasa oleh kehidupan manusia di muka bumi.

“Kalau gempa tektonik sebenarnya hampir setiap hari ada getaran-getaran kecil yang tidak terasa. Kecuali kalau gempa tersebut mendekati 4 Skala Richter (SR) baru bisa dirasakan,” jelasnya.

Dengan terjadinya getaran-getaran kecil tersebut, kata Didik, sejatinya justru sangat menguntungkan bagi kehidupan manusia. Sebab akan mereduksi gempa dengan kekuatan besar.

“Sebenarnya ini (gempa kecil) berkah. Sebab akan bisa mengurangi getaran gempa yang lebih besar,” pungkasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan

Video Blak-Blakan BPBD Part #2: Mengenal Potensi Bencana di Pacitan, dari Gempa Hingga Kekeringan