Yudi Sumbogo Dikabarkan Pindah ke PDIP, ini Tanggapan Ketua Projo Pacitan

oleh -13137 views
Yudi Sumbogo dan Ketua PDIP Pacitan Eko Setyoranu. (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – “Fragmen politik” jelang tahapan pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Pacitan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) kian dinamis. Itu setelah munculnya figur bakal calon bupati, Yudi Sumbogo, yang saat ini konon dikabarkan tengah putar haluan.

Pria yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Pacitan tersebut, dikabarkan tengah melakukan lobi-lobi politik dengan PDIP. Sontak, wacana tersebut sempat membuat semakin semarak jagad dunia maya.

Utamanya para warganet, banter menyampaikan beragam argumen dengan kemunculan kader Demokrat yang hendak hengkang tersebut.

Ketua ormas Projo (Pro Jokowi) Kabupaten Pacitan, John Vera Tampubolon, berpendapat agar masyarakat tidak terjebak oleh euforia yang tengah dikembangkan sekelompok pihak. Meski ia berpendapat, berpartai itu merupakan hak konstitusional setiap warga negara.

“Tapi soal wacana perpindahan Yudi Sumbogo dari Demokrat ke PDIP, menurut saya itu hanya bagian dari sebuah skenario politik untuk mewarnai pentas Pilbup mendatang,” kata John Vera, Senin (31/8/2020).

Mantan legislator berbasis PDIP ini juga berpendapat, kalau dinamika yang tengah terjadi tersebut, sebagai salah satu wujud skenario dan konspirasi politik.

Menurut John, secara aturan PDIP tidak akan bisa menjadi partai pengusung kalau tidak ada mitra koalisi. Mengingat perolehan kursi di DPRD Pacitan, belum cukup untuk memenuhi ambang batas 20 persen.

“Sehingga PDIP harus menjalin koalisi dengan parpol lain. Dan PKB yang saat ini menjadi master atau kunci penentu sukses atau tidaknya koalisi nantinya,” jelas John.

Lantas bagaimana dengan PKB? John menegaskan, sejatinya ia tak punya kewenangan untuk mengomentari “rumah tangga” orang lain. Namun begitu, John punya matematika politik tersendiri, yang lebih memaknai akan adanya sebuah fragmentasi politik.

Drama tersebut lebih diwarnai sebuah pragmatisme politik yang hanya dituntun oleh kepentingan jangka pendek semata dan bukan dituntun oleh ideologi yang seharusnya dimiliki semua partai serta para pelaku politik tersebut.

John berpandangan, politik ideologi sudah ditinggal. Sebab, politik ideologi yang menyadarakan tindak-tanduk para politisi yang harus dituntun oleh nilai-nilai kebajikan untuk  rakyat dan negara.

“Mensyaratkan orang-orang yang secara sosial, agama, dan cara-cara mendapatkan rejeki, ya harus halal. Tidak bersekongkol dengan pemerintah serta tidak merugikan kepentingan rakyat. Besar kemungkinan, PKB tidak akan mau bergabung. Sehingga PDIP akan sendiri dan jelas tidak akan bisa mengusung pasangan calon. Namun sekali lagi, ini hanya prediksi politik yang saya dengar dari semua dinamika. Soal benar dan tidaknya ya kita lihat nanti,” tegasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan