Ronny Lakukan Koordinasi dengan Sejumlah Pakar Gagas Pembangunan Pacitan

oleh -13212 views
Ronny Wahyono saat berbincang dengan Pacitanku.com, Senin (29/6/2020). (Foto: Yahya Ali Rahmawan)

Pacitanku.com, PACITAN – Bakal calon bupati (Bacabup) Pacitan Ronny Wahyono sudah melakukan koordinasi dan diskusi dengan sejumlah pakar pembangunan terkait ide pembangunan Pacitan kedepan. Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Ronny ini saat berbincang dengan Pacitanku.com dalam rubrik Ngopi, belum lama ini.

“Kita sudah koordinasi dengan para ahlinya di bidangnya, ada Prof Haryono Suyono pakar pemberdayaan masyarakat desa, lalu juga ada pak Sutarto Alimoeso, saya bertemu dengan beliau di Jakarta mantan Kabulog, bagaimana pengalaman beliau di pertanian dan kabulog,”kata Ronny.

Selain dua tokoh tersebut, Ronny mengaku juga sudah berkoordinasi dengan mantan dirjen perhubungan darat Suroyo Alimoeso dan mantan BKKBN Sudibyo Alimoeso.

“Yang terakhir, dengan pak Sudarmoko, terkait pertanian integrated farming, jadi bagaimana peternakan itu integrated nanti, dari kencingnya bisa jadi pupuk, kotorannya bisa jadi biogas, nanti arahnya ke pertanian, pertanian itu bagaimana itu ditata organik alami apa kimia,”ujarnya.

Berinteraksi dengan Sudarmoko, Ronny mengaku banyak ilmu pertanian yang didapatkan, diantaranya paradigm baru tentang menanam padi.

“Karena sekarang banyak lapisan plak pada tanah itu, ketika tanah itu keras itu ada semacam flak sehingga yang bawah itu tidak bisa naik keatas dan tidak dapat udara sehingga rusak, sehingga perlu dibongkar, selain itu juga pemakaian bajak itu ternyata kurang pas, ketika diinjak, paling untuk menanam padi itu, 10 cm, untuk bibit padi, padahal akarnya benih padi itu 25 cm, sehingga harus gali 30 cm, baru kita masukkan, itu ilmu yang saya dapatkan dari pak Sudarmoko,”jelas pria yang juga Ketua Komisi II DPRD Pacitan ini.

Menurut Ronny, menjadi seorang kepala daerah itu ibaran memimpin orkestra, yang bisa berkoordinasi dan meramu ilmu dari pakar untuk pembangunan daerah.

“Jadi bupati itu bukan ahlinya segala bidang, tapi kita mengumpulkan ahlinya tapi kita mengerti sedikit-sedikit kemudian meramu, mengkorodinasikan seperti orkestra, ini ada berbagai perlaatan, berbagai sumber daya, berbagai potensi, kita meramu, kita yang menggerakaan, mengarahkan, tugasnya pemda itu memfasilitas, mengorganisasi dan membuat satu regulasi,”paparnya.

Dalam penerapan di lapangan, Ronny kemudian memiliki salah satu gagasan menjadikan Kecamatan Bandar dan Kecamatan Nawangan sebagai kawasan agropolitan.

“Di Nawangan-Bandar, kalau saya kedepan, itu arahnya agropolitan, jadi kita arahkan masyarakat itu untuk  misalnya janggelan, nanam janggalen beberapa banyak,  ya sudah berapa banyak yang dibutuhkan untuk membuat pabrik. Selama ini kan belum dikoordinir,”uajrnya.

Disisi lain, saat ini Ronny memandang perlunya ada arah yang lebih jelas terkait visi pertanian di Pacitan. Sebagai contoh, Kepala Daerah juga berperan bagaimana mengarahkan produk pertanian itu memiliki nilai komoditas dan nilai jual yang lebih tinggi.

“Artinya mayarakat saat ini ketika harga cabai tinggi, menanam cabai, ketika harga porang tinggi, kemudian menanam porang, tapi ketika dibawa k epasar, gitu kan hanya dijual, akhirnya mereka tidak punya bergaining, pokoknya dijual daripada dibawa ke rumah lagi,”tandasnya.

Tetapi, lain halnya ketika masyarakat diarahkan untuk membuat produk bernilai jual tinggi. Misalnya, kata Ronny, ketika satu lokasi ini diarahkan janggelan, cukup untuk membuat satu pabrik, maka akan dibuat pabrik janggelan.

“Sehingga harga terjamin dan tidak dimainkan, dan itu juga harganya lebih tinggi ketika sudah jadi bahan olahan, disini harapan saya BUMDEs masing-masig desa itu bisa dihidupkan dibawah naungan Perusda, sekali kali lagi perekonomian,Perusda, BUMDes milik desa ini harus kita hidupkan,”pungkasnya.

Pewarta: Dwi Purnawan

Video Ngopi #5 Bareng Ronny: Jadi Bupati Ibarat Mimpin Orkestra