HG Soedibyo: Prof Sudijono akan Menjadi Kekuatan Tersendiri di Pilbup Pacitan

oleh -13274 views
Profesor Sudijono Sastroatmodjo saat mendaftar Cabup Pacitan, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Kemunculan sosok mantan Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Sudijono Sastroatmodjo di paruh waktu penentuan rekomendasi pencalonan Bupati Pacitan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, bukanlah sebuah keniscayaan.

Menurut tokoh politik legendaris dari Partai Golkar, HG Soedibyo, sosok Prof Sudijono tidak bisa dipandang remeh dalam percaturan politik di tanah air. Selain memiliki kemampuan keilmuan yang cukup tinggi, ia juga punya petilasan dengan Bupati Indartato yang sulit terlupakan.

“Pak Profesor (Sudijono, Red) ini, duwe lanjaran (punya jejaring) dan andil tidak sedikit dalam mensukseskan Bupati Indartato selama dua periode. Sehingga bukanlah sebuah keniscayaan kalau seandainya nanti, beliau bisa terpilih untuk mendapatkan rekomendasi pencalonan dari DPP Partai Demokrat,” ujar Soedibyo yang juga mantan Bupati Pacitan tersebut, Sabtu (4/7/2020).

Sebagai mantan birokrat dan pelaku politik praktis di dua rezim pemerintahan, Soedibyo berpendapat, kalau saat ini Partai Demokrat memang mengalami situasi sangat dilematis.

Di satu sisi, kalau mereka lebih mengedepankan marwah kepartaian, tentu tidak akan lepas dari tiga bakal calon yang berasal dari kader partai. Mereka antara lain, Indrata Nur Bayuaji, Ronny Wahyono, dan Yudi Sumbogo.

“Akan tetapi perlu diingat, kalau Demokrat akan mengambil satu diantara tiga bakal calon tersebut, mau nggak mau mereka akan menghadapi arus besar dari kubu Gagarin. Tentu saja, ini situasi dilematis yang harus disikapi Demokrat, dan jangan sampai salah menentukan keputusan,”tutur Soedibyo, yang saat ini berdomisili di Surakarta, saat dihubungi melalui ponselnya.

Namun demikian, kalau Demokrat menginginkan sebuah kemenangan, tidak ada salahnya kalau mengkolaborasikan kader dan non kader. Seperti kemunculan figur Prof Sudijono akan menjadi kekuatan tersendiri untuk melawan rivalnya yang tak bisa dianggap remeh, yaitu Gagarin.

“Semua keputusan ada di Demokrat. Yang terpenting, jangan sampai salah pilih. Bisa saja Gagarin, disatukan dengan Demokrat sebagai wakil dan mendampingi salah satu kader. Atau Prof Sudijono yang akan dipasangkan dengan salah satu kader Demokrat,” pungkasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan