Suhu Udara Semakin Memanas di Awal Ramadhan, ini Kata Kalak BPBD Pacitan

oleh -13757 views
Kalak BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo. (Yuniardi Sutondo).

Pacitanku.com, PACITAN – Awal puasa, masyarakat akan dihadapkan dengan fenomena udara cukup panas. Hal tersebut menurut Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo, sebagai pancaroba musim yang bakal terjadi saat April sampai Mei nanti.

“Soal suhu panas ini, sebagai dampak adanya pancaroba,” kata Didik, sesaat sebelum masuk ruang rapat Bupati Pacitan, Jumat (24/4).

Diidik mengatakan, fenomena alam seperti itu, memang berpotensi mendatangkan badai tropis. Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat lebih waspada dan berhati-hati. Utamanya para nelayan saat tengah melaut. “Potensi terjadinya badai tropis, memang sangat memungkinkan,” jelasnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) merilis, bahwa prediksi awal musim kemarau di Indonesia tahun ini akan berlangsung sekitar April dan Mei.

Pada bulan April hingga Mei ini, suhu permukaan laut di wilayah Indonesia terpantau masih cenderung hangat.

Suhu permukaan laut akan berangsur lebih hangat lagi di perairan di wilayah antara Samudera Indonesia dan perairan utara Australia.

Hal ini menandakan dinamika suhu permukaan laut di perairan ini masih berpotensi dan sesuai untuk tumbuhnya badai tropis.

Berdasarkan catatan Pusat Peringatan Badai Tropis Jakarta (Jakarta Tropical Cyclone Warning Center) di BMKG, terdapat peluang secara statistik terjadinya badai tropis.

Pada bulan April, peluang terjadinya badai tropis di perairan selatan Indonesia mencapai 11 persen, dan akan menurun menjadi 3 persen di bulan Mei.

BMKG juga mencatat terdapat pola musiman atas jumlah badai tropis yang tumbuh di perairan sekitar Indonesia.

Diantaranya pada periode bulan Desember hingga April umumnya badai tropis terjadi di perairan selatan Indonesia.

Sedangkan pada periode bulan Juli hingga November, umumnya terjadi di perairan sebelah utara wilayah Indonesia.

Menghangatnya lautan dapat memicu badai lebih mudah untuk tumbuh atau dapat menjadi sumber kekuatan badai sehingga lebih destruktif.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan