Status Tenaga Medis dari Ponorogo yang Bekerja di Tegalombo PDP

oleh -13852 views
Ilustrasi tes Corona

Pacitanku.com, PACITAN – Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyatakan status seorang tenaga medis asal Ponorogo yang bekerja di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan masih Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dan belum terkonfirmasi positif coronavirus disease 2019 (COVID-19).

“Posisi sampai hari ini kita masuknya statusnya PDP, belum terkonfirmasi positif,”kata Kepala Sie Humas Pemkab Ponorogo Alim Nor Faizin saat dikonfirmasi Pacitanku.com melalui sambungan telepon, Selasa (31/3/2020).

Lebih lanjut, Alim mengatakan pihaknya membenarkan ada salah satu warga Ponorogo yang bekerja di Tegalombo dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ponorogo, Senin sore. Namun saat ditest dengan alat rapid test, masih meragukan atau positif samar.

“Jadi memang benar, bahwa bahwa ada salah satu warga Ponorogo yang kebetulan bekerja di Tegalombo Pacitan. Dan pada Senin (30/3/2020) kemarin sore itu dirujuk ke RSUD Ponorogo kita lakukan test rapid masih meragukan antara positif atau negatif,”kata Alim.

Mengapa disebut meragukan? Alim kemudian menjelaskan dari beberapa ciri pasien COVID-19, pasien tersebut tidak mengalami.“Nah karena beberapa ciri Corona beliau tidak mengalami, misal kayak sesak nafas, itu tidak,”kata dia lagi.

Untuk lebih memastikan, Alim mengatakan sampel swab tenggorokan sudah dikirim ke Universitas Airlangga (Unair) Kota Surabaya untuk dilakukan test susulan.

“Kita sudah mengirimkan menyusulkan sampelnya ke Surabaya, empat hari baru hasilnya keluar, posisi sampai hari ini kita menganggap bahwa bapaknya statusnya PDP, belum terkonfirmasi positif,”kata Alim.

Sementara, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni juga memberikan penjelasan atas kondisi pasien tersebut.

“Kemarin sore ada satu pasien, pegawai Puskesmas Gemaharjo Pacitan tapi dia warga Ponorogo, keluhannya batuk pilek demam tapi tidak sesak nafas, sudah di rontgen dan rapid test, hasilnya negatif corona, tapi karena riwayat perjalanannya ybs dari mengikuti beberapa pelatihan TKHI, yang mana beberapa pesertanya terpapar corona, kita jadikan ybs sebagai PDP dan diisolasi, siang tadi dilakukan tes swab dan sudah dikirim ke UNAIR Surabaya, hasilnya empat hari lagi,”kata Bupati Ipong, seperti dalam percakapan yang dikirimkan Humas Pemkab Ponorogo kepada Pacitanku.com.