Update Corona Pacitan: 52 ODP, 1 PDP

oleh -13659 views
Ilustrasi Corona

Pacitanku.com, PACITAN – Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) coronavirus disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Pacitan meningkat pada Ahad (22/3/2020) jika dibandingkan dengan Sabtu (21/3/2020) kemarin.

Data yang diperoleh Pacitanku.com, jumlah yang dipantau per Ahad (22/3/2020) sebanyak 427 orang atau meningkat jika dibandingkan dengan jumlah pantauan pada Sabtu (21/3/2020) kemarin yakni sebanyak 304 orang.

Adapun rincian orang yang dipantau tersebut adalah ODP di Pacitan yang semula 40 meningkat menjadi 52 pada Ahad (22/3/2020) atau mengalami peningkatan sebanyak 12 ODP. Sementara untuk Pasien dalam Pemantauan (PDP) masih tetap 1 PDP. Sedangkan yang sudah selesai dipantau sebanyak 15 orang. Untuk kategori orang sehat dengan Risiko (ODR) yang dipantau sebanyak 374 orang.

Diinformasikan, 1 PDP yang berasal dari Kecamatan Pringkuku yang kini dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung tersebut dalam kondisi yang semakin membaik.

Kenaikan jumlah ODP di Pacitan tersebut juga turut berkontribusi menambah daftar ODP di tingkat Jawa Timur, dimana total ODP di Jatim menjadi 999.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan, Trihariadi Hendra Purwaka, sendiri, seperti diberitakan di Pacitanku.com sebelumnya, meminta agar masyarakat tidak panik, seiring menyebarnya data berkelanjutan terkait ODR, ODP dan PDP COVID-19.

Baca juga: Plt Kadinkes: Pacitan Masih Negatif COVID-19

Menurut dokter yang akrab disapa Hendra ini, sampai Ahad (22/3/2020) ini di Pacitan belum ada warga masyarakat yang positif terinfeksi COVID-19.

“Kalau soal data, itu memang sebagai langkah antisipasi Pemkab sedari dini. Agar ketika terjadi sesuatu hal terkait COVID-19, bisa segera tertangani,” ujar Hendra.

Penjelasan tentang ODR

Plt Kepala Dinas Kesehatan T Hendra Purwaka. (Foto: Yuniardi Sutondo)

Selain peningkatan ODP, Pacitan juga mengalami peningkatan ODR. Sebelumnya pada Sabtu (21/3/2020) ada 263 ODR dan meningkat pada Ahad (22/3/2020) sebanyak 374 orang.

Terkait jumlah ODR, Hendra sendiri juga meminta agar masyarakat jangan resah dengan data ODR yang jumlahnya mencapai ratusan orang tersebut. Sejatinya kalau ditinjau lebih jauh lagi, jumlahnya bisa mencapai ribuan orang.

“Data itu sebagai langkah antisipasi awal. Jadi jangan panik, belum ada masyarakat di Pacitan yang positif terinfeksi COVID-19,” jelas Hendra.

Menurut Hendra, ODR adalah orang yang diduga pernah bepergian dari daerah outbreak COVID-19. Atau mereka yang pernah merantau sebagai tenaga kerja Indonesia atau tenaga kerja wanita ke luar negeri, lantas pulang ke Pacitan.

“ODR itu orangnya sehat walafiat. Kecuali kalau mereka ada indikasi sakit flu kemudian ada masalah di paru-parunya, baru mereka itu masuk kategori ODP dan bisa dinaikkan menjadi PDP setelah melalui pemeriksaan epidemiologi,”tukasnya.

Serius cegah COVID-19

Satpol PP-Polisi saat gelar operasi cipta kondisi, Sabtu malam. (Foto: Yuniardi Sutondo)

Pemkab Pacitan sendiri terus gencar dan cukup serius mencegah wabah COVID-19 masuk ke Pacitan.

Setelah menutup tempat wisata mulai Senin besok, satuan gugus tugas (Satgas) COVID-19 Pacitan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pacitan dan Kepolisian Resor (Polres) Pacitan melakukan gelar operasi cipta kondisi.

Baca juga: Satpol PP-Polres Pacitan Gelar Operasi Cipta Kondisi Antisipasi COVID-19

Kepala Bidang Trantib Satpol PP Pacitan Purbo Hermanu mengatakan, gelar operasi cipta kondisi tersebut bertujuan untuk pencegahan wabah COVID-19.

“Kita imbau agar masyarakat menghindari kontak langsung  (sosial distancing) dan menghindari perkumpulan massa dalam jumlah besar. Semua itu kami lakukan demi pencegahan penyebaran COVID-19,” kata Purbo, Sabtu malam (21/3/2020).

Namun di beberapa titik, rupanya masih banyak masyarakat Pacitan yang berkerumun. 

Atas kondisi tersebut Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemkab Pacitan, Heru Wiwoho Supadi Putro, meminta agar satuan tugas lebih intensif lagi memberikan sosialisasi kepada masyarakat akan dampak penyakit mematikan tersebut.

“Mungkin bagi para camat, Satpol PP kami harapkan terus melakukan upaya persuasif kepada masyarakat, untuk memberikan pemahaman soal COVID-19,” kata Heru, Sabtu (21/3/2020) malam WIB.

Heru juga meminta agar sosialiasi secara mobile terus digeber. Mengingat masih banyak masyarakat yang sepertinya tak acuh dengan wabah COVID-19.

“Kita akan terus giatkan peran satuan tugas. Kalau memang langkah persuasif tidak diindahkan, perlu untuk diambil tindakan represif. Namun utamakan dulu pencegahan dan langkah persuasif kepada masyarakat,”pungkasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan