Jika Jadi Bupati, Yudi Sumbogo Siap Masuk Bui untuk Perjuangkan Masyarakat

oleh -131.393 views
Wakil Bupati Yudi Sumbogo. (Foto: Yuniardi Sutondo)

Pacitanku.com, PACITAN – Wakil Bupati Pacitan, Yudi Sumbogo, siap masuk bui untuk membesut kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Pernyataan itu ia sampaikan, seiring recananya untuk ambil bagian dalam kontestasi pemilihan umum bupati dan wakil bupati 2020 ini.

“Seandainya mendapat amanah sebagai bupati, saya siap membesut kebijakan-kebijakan yang berpihak pada masyarakat, sekalipun bui siap menghadang di depan mata,” ujarnya, Kamis (23/1/2020).

Menurut Yudi, seorang kepala daerah perlu memiliki strong power dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Kita memang harus berani mengambil langkah, sepanjang itu untuk kepentingan publik. Namun jangan sekali-kali seorang kepala daerah menabrak aturan hanya untuk kepentingan pribadinya,” tutur mantan anggota DPRD Pacitan dari Fraksi Partai Demokrat ini.

Tak hanya itu, Yudi Sumbogo juga mempunyai ekspektasi untuk merangkul semua partai politik. Terlebih mereka yang memiliki keterwakilan di parlemen.

“Sinergitas harus kita bangun. Paling tidak kita harus bisa merangkul 27 anggota parlemen agar tercipta konstelasi yang kuat. Kenapa harus 27? Sebab angka tersebut sudah melebihi 50 persen. Sehingga setiap kebijakan yang akan kita besut, tentu akan mendapatkan dukungan yang kuat dari legislatif. Jangan sampai kita membangun oligarkis kekuasaan,” beber orang nomor dua di Pemkab Pacitan ini.

Lebih lanjut, Yudi mengatakan komunikasi intens juga perlu dibangun dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda). Baik itu dengan Polres, Kodim, Kejaksaan, Pengadilan Negeri dan stakeholder lainnya.

“Sinergitas dengan Forkopimda harus terbangun, sebab dengan merekalah dinamika pembangunan daerah akan terus berjalan dan berkesinambungan,” tegas dia.

Lantas bagaimana agar program-program yang diharapkan itu bisa terlaksana? Menurut Wabup Yudi, perlunya dibangun koordinasi dan pendekatan dengan pemerintah diatasnya. Baik itu provinsi maupun pusat. Bahkan ia pun tak akan apriori sekaliipun racun yang akan ia minum.

“Jangan hanya mau dengan madunya saja. Namun ketika kita disuguhi racun sekalipun, harus kita ambil. Akan tetapi bagaimana racun itu bisa kita netralisir menjadi air mineral yang menyehatkan untuk diminum masyarakat,”pungkasnya.

Pewarta: Yudi Sumbogo
Penyunting: Dwi Purnawan