Atasi Krisis Air, PLTU Pacitan Bangun Biopori dan Sumur Resapan di Sudimoro

oleh -13977 views
PROGRAM BIOPORI. PT PJB O&M PLTU Pacitan meluncurkan program bertajuk “Gerakan Peduli Resapan Air” pada Jumat (25/10/2019) di Desa Sudimoro. (Foto: Putro Primanto/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, SUDIMORO – PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) Unit Bisnis Jasa (UBJ) Operation and Maintenance (O&M) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pacitan membangun biopori dan sumur resapan.

Hal itu sebagai salah satu solusi persoalan krisis air bersih dan kekeringan di wilayah Pacitan, khususnya di Desa Sudimoro, Kecamatan Sudimoro.

General Manager PT PJB O&M PLTU Pacitan Didik Mardiantara dalam keterangannya saat peluncuran program bertajuk “Gerakan Peduli Resapan Air” tersebut, Jumat (25/10/2019) di Desa Sudimoro, Kecamatan Sudimoro mengatakan gerakan ini dilatarbelakangi adanya kekurangan air saat musim kemarau, utamanya di wilayah Sudimoro.

“Air menjadi kebutuhan utama dan program kita terinspirasi dari kegiatan bersama pak Bupati di Pringkuku. Saat survei, kami menemukan adanya embung di desa Sudimoro yang mulai mengering, kurang lebih itu yang menjadi latar belakang kami. Dan adapun bentuk programnya berupa biopori dan sumur resapan,”jelasnya.

Dia berharap, dengan adanya sumur resapan dan biopori ini kedepan, masyarakat Sudimoro tidak kekurangan air saat musim kemarau.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan Joni Maryono mengatakan berdasarkan beberapa kajian, Jawa di perkirakan tahun 2040 akan mengalami krisis air parah, sehingga dia mengapresiasi program dari PLTU Pacitan tersebut.

PLTU Pacitan meluncurkan program bertajuk “Gerakan Peduli Resapan Air” pada Jumat (25/10/2019) di Desa Sudimoro. (Foto: Putro Primanto/Pacitanku.com)

“Jawa, tahun 2040 akan kenthekan banyu (kehabisan air-red), ini berdasarkan sebuah kajian. Dan ini sudah terasa dimulai dari Jakarta kalu kita buat sumur maka airnya asin. Hari ini yang di inisiasi PLTU ini sebuah hal kecil namun dampaknya besar,”kata Joni.

Sementara, Kepala Desa Sudimoro Supriyatno saat dikonfirmasi Pacitanku.com mengatakan program biopori dan sumur resapan yang diinisiasi PLTU ini diperlukan sinergitas dengan pemerintah dan masyarakat, dalam hal ini pemerintah kecamatan Sudimoro dan pemerintah desa Sudimoro.

“Pemerintah desa Sudimoro mengucapkan banyak terimakasih atas segala kerjasama ini. Kedepannya tentu kami mengaharapkan adanya biopori dan sumur resapan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Sudimoro,”katanya.

Biopori sendiri adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.

Sementara, sumur resapan adalah salah satu rekayasa teknik konservasi air berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang berfungsi sebagai tempat menampung air hujan yang jatuh di atas atap rumah atau daerah kedap air dan meresapkannya ke dalam tanah.

Sumur resapan berfungsi memberikan imbuhan air secara buatan dengan cara menginjeksikan air hujan ke dalam tanah.

Pada tahun 2019 ini, wilayah Sudimoro menjadi salah satu kecamatan di Pacitan yang turut terdampak kekeringan.

Pewarta: Putro Primanto
Penyunting: Dwi Purnawan