Begini Antusias Masyarakat Ploso Sambut Event Budaya Festival Ronthek Pacitan

oleh -1.776 views
GLADI RESIK. Anak-anak muda Ploso antusias mengikuti gladi resik festival Ronthek Pacitan. (Foto: Agus Hermawan/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Warga Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan menyambut antusias gelaran festival Ronthek Pacitan yang akan digelar pada Kamis (12/9/2019) hingga Sabtu (14/9/2019) di Pacitan. Berbagai persiapan dilakukan oleh segenap elemen masyarakat Ploso untuk menyambut event tahunan tersebut.

Pantauan Pacitanku.com saat gladi resik pada Selasa (10/9/2019) malam, Kelurahan Ploso mengadakan geladi resik dengan melibatkan para warga dengan jumlah 50 personil, terdiri dari satu penyanyi, delapan penabuh gamelan, delapan penari, dan 33 penabuh Ronthek.

Baca juga: Pemahaman Nilai Kreativitas Bersanding Dengan Kemewahan Sebuah Karya

Ketua panitia seni Ronthek Kelurahan Ploso Faisal Nurul Huda mengatakan kegiatan anak – anak muda ini sudah berlatih selama 20 hari. “Kami ingin menyajikan hiburan seni rontek dengan usaha menampilkan yang terbaik untuk kelurahan Ploso khususnya, pada umumnya  Kabupaten Pacitan,”kata pria yang juga Lurah Ploso tersebut.

Lebih lanjut, Faisal mengatakan event ini merupakan kegiatan besar. Dan dirinya bersama seluruh elemen masyarakat Ploso sangat serius menampilkan sajian seni ronthek ini.

“Supaya terpilih menjadi peserta yang terbaik, meskipun kami hanya menggunakan seniman asli  dari anak – anak  muda karang taruna sendiri, dengan mengambil tema Ki Amandiman,”tandasnya.

Sementara, Ketua karang taruna warga Rt 05 Rw 08 lingkungan Barehan, Priedtelen Roni Armanda mengatakan, untuk festival seni rontek ini,  harapan kedepanya menjadi ajang budaya, mampu mendatangkan  wisatawan dari luar. Dia juga berharap Ronthek Ploso menjadi juara umum pada tahun ini.

“Selaku ketua karang taruna tentunya antusias mengikuti festival seni ronthek, dengan demikian kita bisa menunjukan bakat anak muda karang taruna Ploso menjadi pelopor. Dari bakat yang tergali oleh anak muda, berpotensi mampu menunjukkan bahwa Ploso mempunyai seniman dan seniwati yang bisa diandalkan,”kata dia.

Terinspirasi kisah Ki Amandiman

Properti Amandiman yang digunakan Ploso dalam festival Ronthek Pacitan. (Foto: Agus Hermawan)

Salah satu seniman yang juga warga Ploso, Sutri Aswurianto mengatakan filosofi Ronthek Ki Amandiman ini adalah menceritakan sosok Mbah Sandiman atau Ki Amandiman adalah sosok sakti.

“Beliau adalah punggawa pangeran Diponegoro,masuk wilayah Pacitan sengaja ingin menyelamatkan wilayah dari eksploitasi kekayaan alam oleh penjajah, Mbah Sandiman menandai wilayahnya dengan menanam tumbuhan yg namanya tumbuhan ploso,”ceritanya.

Sampai suatu ketika, kata Sutri, muncul sayembara kerajaan yang mencari tangkur bromo, kemudian Mbah sandiman mengikuti sayembara dan mendapatkan hadiah berupa tanaman yang di juluki ndoro putih.

“Tanaman itu juga sebagai tanda dibebaskanya pajak kerajaan, atau di anggap sebagai daerah yang istimewa karna sosok pemimpinya yaitu ki amandiman alias mbah sandiman melihat wilayah Ploso ada potensi laut, kemudian Mbah Sandiman mengajak warganya mencari ikan di laut, akhirnya warga Ploso kehidupannya makmur,”jelasnya lagi.

Seperti tahun sebelumnya, Festival Ronthek tahun ini akan digelar di depan SMPN 1 Pacitan Jalan Ahmad Yani Pacitan.

Baca juga: Sejarah Festival Ronthek Pacitan

Adapun untuk jadwal hari pertama pada Kamis (12/9/2019) adalah Desa Bolosingo, Desa Menadi, Kelurahan Sidoharjo, Desa Sirnoboyo, Desa Mentoro, Kecamatan Ngadirojo, Desa Ponggok, Desa Nanggungan, Desa banjarsari, Kelurahan Pucangsewu, Kelurahan Ploso dan Desa Sambong.

Kemudian jadwal tampil hari kedua pada Jumat (13/9/2019) adalah Desa Arjowinangun, Kecamatan Sudimoro, Desa Purworejo, Kecamatan Arjosari, Desa Tambakrejo, Desa Semanten, Desa Sumberharjo, Desa Sedeng, Desa Widoro, Kecamatan Pringkuku, Desa Sukoharjo dan Kecamatan Tulakan.

Selanjutnya pada hari ketiga yang tampil adalah Kecamatan nawangan, Desa Kayen, Kecamatan Donorojo, Kecamatan Bandar, Kecamatan Kebonagung, Desa Kembang, Kelurahan Pacitan, Desa Bangunsari, Kecamatan Tegalombo, Desa tanjungsari, Kcamatan Punung dan Kelurahan Baleharjo.

Pewarta: Agus Hermawan
Penyunting: Dwi Purnawan