Cerita Eko Picis Ingin Bantu Kembangkan Kopi Asli Pacitan

oleh -594 views
KEMBANGKAN KOPI. Eko Picis terus membantu mengembangkan kopi asli Pacitan menjadi produk unggulan. (Foto: Agus Awan)

Pacitanku.com, PACITAN – Pengembangan komoditas kopi asli Pacitan terus berlanjut. Salah satunya adalah dengan adanya komunitas “Guyub Kopi dan Kakao Pacitan.”

Salah satu penggagas komunitas pengembangan kopi asli Pacitan”Guyub Kopi dan Kakao Pacitan”, Eko Suryo Putro atau akrab disapa Eko Picis menceritakan keinginannya untuk terus membantu mengembangkan kopi dan kakao asli Pacitan.

Dia mengatakan melihat potensi tanaman kopi dan kakao di Kabupaten Pacitan bertumbuh subur, merupakan komoditas kebun rakyat yang dibutuhkan untuk mendukung ekspor Jawa Timur.

“Melihat permintaan kopi dan kakao, baik dipasar domestik maupun internasional, selalu meningkat. Sayangnya saat ini masih belum optimal ikut dalam persaingan pasar ekspor,”katanya, Rabu (17/7/2019) di Pacitan.

Meski demkian, imbuh Eko, kopi dan kakao di Kabupaten Pacitan tetap akan diperjuangkan oleh dinas Pertanian dan dinas Koperindag, karena kopi dan kakao mempunyai potensi ekspor sangat besar.

Baca juga: Berkenalan dengan Kopi Robusta dari Kecamatan Nawangan dengan Rasa Super Nikmat

“Sebagai wujud dari kepedulian dari dinas Koperindag, eksitensi kopi Pacitan diperkenalkan pada publik, acara tersebut juga dihadiri oleh Wabub Bapak Yudi Sumbogo dan sebagian pegawai pemerintah,”ujarnya.

“Bapak Yudi Sumbogo tentunya mengapresiasikan kegiatan tersebut, dan Bapak Supomo selaku kepala dinas Koperindag menyatakan, akan meningkatkan sarana penjualan kopi dan kakao secara sajian produk jadi,”imbuh pria yang juga menjadi master batu akik Kalsedon Pacitan ini.

Sebelum aktif membantu pengembangan kopi dan kakao Pacitan, Eko Picis yang masih kerabat Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini adalah merupakan sosok yang aktif di Asosiasi Batu Mulia Indonesia (ABAMI)

Sebagai informasi, saat ini Pacitan tengah mengembangkan empat jenis kopi asli, yaitu Robusta, Arabika, Liberika, dan Excelsa, tersebar di berbagai wilayah di Pacitan. Sementara produk olahan dari komunitas ini yang kini terus dipasarkan adalah merek “Java Pacitanos” dan “Pacitanos Robusta Javanica.”

Komunitas ini kemudian memajang olahan kopi di galeri UKM di Dusun Baran, Desa Arjowinangun, Kecamatan Pacitan.

Selain kopi, Pemkab setempat memang juga terus mengembangkan budidaya kakao. Untuk memacu target tersebut,  Pemkab melalui Dinas Pertanian menggelar pelatihan petani kakao program pengembangan kakao berkelanjutan, salah satunya adalah di Desa Gembuk Kecamatan Kebonagung merupakan salah satu penghasil kakao yang ada di Pacitan.

Pewarta: Agus Awan
Penyunting: Dwi Purnawan