Soto atau Kupat Tahu Pacitan, Pilih Mana?

oleh -1.082 views

Pacitanku.com, PACITAN – Pacitan memiliki dua kuliner khas yang perlu untuk dicoba dan dirasakan sensasinya. Dua kuliner ini kebetulan juga menjadi kuliner favorit Presiden ke-6 RI yang juga putra asli Pacitan, Susilo Bambang Yudhoyono. Apakah itu? Dua kuliner itu adalah Soto Pacitan dan Kupat Tahu Pacitan.

Yang pertama, soto Pacitan adalah salah satu varian dari makanan soto yang banyak digemari masyarakat Indonesia, akan tetapi soto Pacitan mungkin agak berbeda dengan varian soto lainnya, seperti soto kudus, soto semarang, maupun soto Lamongan.

Soto Pacitan memang cukup unik, dan yang paling kelihatan adalah pemakaian seledri, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng.

Komposisi soto Pacitan jauh lebih simpel dibanding soto kebanyakan. Hanya paduan kuah bening, kecambah, suwir ayam kampung, ditambah  taburan bawang goreng, irisan seledri,  dan kacang tanah  goreng utuh. Soto Pacitan bahkan sudah banyak beredar di luar Pacitan, karena memang rasanya berbeda dari soto kebanyakan.

Yang paling enak dalam menjaga cita rasa soto Pacitan adalah menggunakan bahan baku ayam kampung. Selain kualitas gizi yang lebih tinggi, kadar lemaknya juga rendah, juga akan menjaga rasa soto tetap harum dan nikmat saat disantap bersama keluarga. Soto Pacitan bisa anda dapatkan di sekitar wilayah pacitan, dengan harga yang relatif terjangkau.

Berbagai warung yang menjajakan soto ayam Pacitan ini banyak terdapat di Pacitan, seperti warung Marem, sebuah warung yang berlokasi di Jalan Raya Kebonagung KM 6, Kebonagung Pacitan, menyediakan menu khusus soto ayam kampung. Selain itu, ada juga warung Soto Bu Maryati, tepat di sebalah Kantor Polisi Sektor Kebonagung, makanya sering dikenal sebagai Soto Bonagung. 

Selain soto Maryati dan Soto Marem, soto ala Pacitan bisa juga dinikmati di sejumlah warung lainnya. Ada Soto Sugiati, Soto Giyem, atau Soto Sebrok. Kedua warung itu ada di Desa Menadi Pacitan kota. Rasanya mirip-mirip, segar, kuah bening, tanpa banyak ornamen, terasa ringan di lidah, sehingga semangkok mungkin tak akan cukup. Di wilayah Arjosari, ada juga Soto Gembira Sirtum yang tak kalah lezat.

Yang membedakan, soto Pacitan dengan soto lain di Indonesia adalah jam buka warungnya. Jika di Boyolali, atau Semarang, warung soto buka pagi, bahkan pukul 06.00 pagi WIB sudah buka, sehingga identik sebagai menu sarapan pagi, maka warung soto Pacitan biasanya buka lebih siang, dan lebih sering untuk menu makan siang dan makan malam.

Hingga tahun 2019 in, harga rata – rata soto ayam kampung Pacitan ini bisa dinikmati hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp11 ribu untuk semangkuk nasi soto ayam kampung. Untuk menambah cita rasa, Anda bisa menambahkan sambal dan kecap manis sesuai selera Anda. Ditemani segelas teh hangat tentu akan semakin menyempurnakan pengalaman kuliner di Pacitan.

Selain soto Pacitan, satu kuliner andalan dari kampung SBY adalah kupat tahu. Orang memang selama ini mengidentikkan kupat tahu lebih banyak didapatkan di Kota Magelang, Jawa Tengah. Namun di Pacitan, sensasi kupat tahu tak kalah dengan kupat tah Magelang.

Kupat tahu Pacitan, adalah salah satu kuliner yang terdiri dari tahu goreng, kupat (ketupat), tauge, kol, dan diguyur air bawang putih dan kuah kecap, di atasnya ditaburi irisan daun seledri dan kacang goreng.

Yang menjadikan kupat tahu Pacitan memiliki cita rasa khas adalah kuah kecap yang kental menjadikan tahu kupat memiliki rasa manis yang menonjol, lalu air bawang putih menambahkan sedikit rasa gurih, tambah mantap dengan imbuhan kerupuk kuning atau rambak.

Biasanya sang pedagang kupat tahu Pacitan lalu menanyakan ke pelanggannya, “pedas, sedang atau biasa?” tawar salah satu penjual, dan untuk selanjutnya terserah anda mau mencicipi yang pedas, sedang, ataupun taka ada tambahan cabainya.

Kuliner tahu kupat pacitan ini juga menjadi salah satu kuliner kegemaran Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Pria asli Pacitan ini menyatakan dirinya sangat menggemari makanan khas daerah Pacitan yakni soto dan kupat tahu.

“Saya menggemari soto dan kupat tahu khas Pacitan,” kata SBY dalam forum silaturahim akbar warga Pacitan-Ngawi-Magetan-Madiun-Ponorogo (Pawitandirogo) di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta beberapa waktu lalu.

Yang menjadikan kupat tahu Pacitan berbeda dengan daerah lainnya adalah bukan hanya terletak pada nama daerah tetapi juga rasanya, dikarenakan perbedaan resep bumbu walaupun menggunakan bahan utama yang sama. Kupat tahu ini bisa anda dapatkan di pasar minulyo atau dibeberapa pasar tradisional lainnya di Pacitan. Untuk harganya pun sangat terjangkau, kisaran Rp 7 ribu hingga 9 ribu rupiah per porsi.

Nah, teman-teman suka kuliner yang mana nih? Soto Pacitan atau Kupat Tahu?