Pemkab Gandeng Pakar Wujudkan Pacitan Mandiri Pangan

oleh
Pemerintah Kabupaten Pacitan terus berupaya mewujudkan wilayah mandiri pangan dengan menggandeng para ahli di bidang pertanian dan peternakan. (Foto: Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Pemerintah Kabupaten Pacitan terus berupaya mewujudkan wilayah mandiri pangan dengan menggandeng para ahli di bidang pertanian dan peternakan.

Bupati Pacitan Indartato saat memberikan arahan dalam kegiatan Pembangunan Pertanian Secara Terpadu Berorientasi agribisnis yang dilaksanakan di UPT Taman Teknologi Pertanian (TPP) Pringkuku Jumat (15/02/2019) lalu mengatakan perlunya intensifikasi pangan adalah dengan mendatangkan dan menggandeng para ahli di bidang tersebut.

Hal itu, kata dia demi menemukan berbagai solusi pada kondisi yang dihadapi para pelaku pertanian dan peternakan dan pemerintah itu sendiri sebagai pengambil kebijakan.”Misalnya wilayah Pacitan barat tentu cara bercocok tanamnya berbeda dengan wilayah utara yang notabene lebih subur,”ujar dia, seperti dikutip Pacitanku.com dari laman Pemkab Pacitan, Minggu (17/2/2019).

Lebih lanjut, dia berharap Pacitan, selain dapat mandiri terhadap pangan juga bisa memberi sumbangsih pada Provinsi. Seperti peternakan yang berada pada angka 1,90 persen pada tahun 2021 dapat bulat menjadi dua persen.

“Saya bangga jika para generasi penerus dapat kembali fokus ke pertanian, tentu dengan metode yang modern, dengan lahan yang ada mampu menghasilkan pertanian yang berlipat,”ungkap dia.

Sementara, Indartato juga mengungkapkan perkembangan sektor lain seperti jasa, tentu berimbas pada sektor pertanian, yang mengakibatkan pada menipisnya lahan yang dimiliki, namun Ia menegaskan bahwa pertumbuhan rumah tidak terlalu berdampak besar.

Pemerintah, katanya lagi, justru berfokus pada kesadaran petani untuk mengembangkan kemampuan bertani dengan cara modern.

“Seperti memahamkan petani untuk menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan, hasil yang lebih baik dan mengurangi ketergantungan kepada pemerintah, hal itu tentu membutuhkan waktu,” Tambahnya.

Pemilik Kemuning Farm dari Lembah Kuning, penggagas Program Integrated Farming (Sistem Pertanian Terintegrasi) Sudarmoko yang menjadi narasumber pada acara itu menegaskan bahwa dirinya hadir bukan untuk menyelesaikan secara tuntas permasalahan yang ada.

Namun, kata putra asli Pacitan yang lama bergelut dibidang pertanian dan peternakan sapi di New Zealand tersebut mengajak petani dan memerintah untuk mengurai maslah utama yang ada serta berfokus pada kekurangan di masing-masing wilayah.

“Kita datangi ke wilayah, catat permasalahan serta  kita cari tanaman-tanaman yang cocok untuk ditanam,” papar Moko.

Menurut Moko,  untuk membawa satu wilayah berhasil dalam pertanian dirinya menyiapkan empat paket yang harus di aplikasikan semuanya, mulai dari bagaimana petani dapat menguasai lahan yang dimiliki, memahami teknologi yang ada saat ini, termasuk pendanaan dan perijinannya. “Masalah pertanian harus total kita pelajari bersama,”katanya. (Diskominfo/RAPP002)