Dengan Destana, Masyarakat Pacitan Diharapkan Lebih Siap Hadapi Bencana

oleh
Relawan Destana siap menjadi relawan tangguh hadapi bencana. (Foto: Yahya Ali Rahmawan/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN –Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali membentuk Desa Tanggung Bencana (Destana) di Pacitan.

Setelah sebelumnya ada tiga desa yang disebut Destana, yakni Kembang dan Sirnoboyo di Kecamatan Pacitan dan Desa Sidomulyo di Kecamatan Ngadirojo, kali ini ada empat Destana yang dibentuk, yakni Desa Karanganyar dan Klesem dari Kecamatan Kebonagung dan Desa Mangunharjo dan Kedungbendo di Kecamatan Arjosari.

Selain itu sejumlah desa juga telah diinisiasi untuk mengikuti jejak ketujuh desa terdahulu melalui jalur mandiri. Desa-desa tersebut diantaranya Sidomulyo, Kebonagung, dan Punjung di Kebonagung, Desa Tinatar di Punung, Desa Arjosari di Kecamatan Arjosari, Desa Tegalombo di Kecamatan Tegalombo dan Desa Nogosari di Kecamatan Ngadirojo.

Untuk diketahui, Destana di Pacitan tersebut memang menjadi daerah rawan bencana alam. Jika di Desa Kembang, Sirnoboyo dan Sidomulyo rawan bencana banjir dan tsunami, sementara di empat dua lain, yakni Desa Karanganyar, Klesem memiliki tingkat kerawanan bencana tanah longsor cukup tinggi. Sedangkan Desa Mangunharjo dan Kedungbendo memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana banjir dan tanah longsor.

Baca juga: BNPB Kembali Bentuk Desa Tangguh Bencana di Pacitan

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Didik Alih Wibowo pada Kamis (6/12/2018) di Pacitan mengatakan Destana ini untuk menciptakan masyarakat yang siap dan tangguh menghadapi bencana, dimana masyarakat tersebut menjadi melek dan memahami, serta melakukan mitigasi bencana.

 Sehingga, kata dia, jika terjadi bencana waktu-waktu, masyarakat dapat secara mandiri menjalankan langkah-langkah mitigasi bencana untuk menghindari korban. Disisi lain, imbuhnya, Destana tersebut juga memiliki pionir-pionir upaya penanggulangan bencana.

Pria yang belum lama menjadi Kepala Pelaksana BPBD Pacitan itu mengatakan, dengan kesiapsiagaan semacam itu diharapkan pada tahun-tahun mendatang masyarakat akan lebih siap menghadapi fenomena alam tersebut. “Datangnya bencana alam terjadi sewaktu-waktu, saat ini juga telah memasuki musim penghujan. Dimana dua potensi bencana, banjir dan tanah longsor, selalu mengintai,”kata dia.

Lebih lanjut, Didik mengatakan kewaspadaan muncul maka ancaman dan tantangan bencana dapat dilalui dengan aman.“Kita juga akan agresif untuk turun ke masyarakat dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan akan datangnya bencana sehingga apabila ada bencana, kita dapat meminimalisir jatuhnya korban,”tandasnya.

Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB Hadi Sutrisno mengatakan pihaknya terus berusaha mengurangi risiko bencana dengan membentuk relawan dan desa tangguh bencana.

Senada dengan Didik, Bupati Pacitan Indartato mengatakan Destana sebagai bentuk kepedulian mengingat Kabupaten Pacitan secara geografis rawan terjadi bencana, baik itu tanah longsor, maupun banjir.

Terkait anggaran Destana, Bupati juga mengatakan bisa bersumber dari Dana Desa, sambung Bupati Pacitan tersebut.

“Kita berharap tidak ada bencana, namun bila ada bencana kita siap untuk menghadapinya sehingga tidak ada korban yang jatuh atau meminimalisir korban, waspada dan doa. Sambil berharap kejadian bencana alam seperti tahun 2017 lalu tidak terjadi lagi,”papar dia.

Pewarta: Yahya Ali Rahmawan
Penyunting: Dwi Purnawan