Ternak Milik Misradi Bubakan Tertimbun Longsor di Malam Hari

oleh -131.136 views
Petugas TNI membantu melakukan evakuasi bencana tanah longsor di Bubakan, Tulakan. (Foto: SRW/RAPP002)

Pacitanku.com, TULAKAN – Bencana alam tanah longsor kembali terjadi di Pacitan. Kali ini bencana tanah longsor menimpa rumah Misradi (70) warga RT/RW 07/IX Dusun Tanggung, Desa Bubakan, Kecamatan Tulakan pada Jumat (30/11/2018) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Danramil 0801/08 Tulakan Kapten Arm Agus Wahyono dalam keterangannya kepada Pacitanku.com pada Sabtu (1/12/2018) mengatakan longsor tersebut berawal dari hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat siang.

“Jumat malam, sekira  Pukul 21.00 WIB, tanah yang berada tepat di atas Rumah Bapak Misradi, akibat kontur tanah yang labil dan tidak kuat menahan debit air mengalami longsor  menimpa sebagian dinding dapur hingga dinding roboh,”katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun Agus mengonfirmasi kerugian materi akibat tanah longsor tersbeut mencapai Rp5 juta, termasuk hewan ternak berupa 10 ekor ayam milik Misradi ikut tertimbun bebatuan dan tanah.

“Sabtu ukul 06.30 WIB, Warga dibantu Babinsa Koramil 0801 / 08 Tulakan melakukan Kerja Bakti  pembersihan material longsor yang mengenai dinding dapur rumah belakang dan sekitarnya,”katanya.

PLT Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Pujono dalam keterangannya memprediksi hujan masih akan terus terjadi hingga Februari 2019 mendatang.

Dikutip dari peta Himawari yang diterbitkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kepada Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD Pacitan bahwa hampir semua wilayah kabupaten Pacitan pada bulan itu berwarna hijau, sehingga puncak musim hujan diperkirakan jatuh pada bulan Desember 2018, Januari dan Februari 2019.

“Itu menunjukkan intensitas hujan yang tinggi, dan seyogianya kami mengabarkan dan mewaspadai,” katanya, dikutip dari laman Pemkab Pacitan.

Untuk itu, Pujono menekankan bahwa kondisi tersebut hanya sebuah prakiraan semata, artinya bisa saja terjadi atau tidak, namun sudah sepatutnya masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaannya mengingat segala potensi dan risiko yang ada di Pacitan, baik banjir dan tanah longsor di wilayah-wilayah lereng dan perbukitan. (SRW/RAPP002)