Sungai Grindulu dan Kekayaan Alam di Pacitan

oleh -1.996 views

Pacitanku.com, PACITAN – Sungai Grindulu adalah salah satu sungai di Pulau Jawa yang mengalir di wilayah Kabupaten Pacitan, mulai dari Gunung Gembes di perbatasan Desa Jeruk dengan Desa Bangunsari di Kecamatan Bandar lalu melewati Kecamatan Tegalombo, Kecamatan Arjosari, Kecamatan Pacitan dan bermuara di Samudera Hindia.

Jika anda berkunjung ke Pacitan, di sepanjang jalan utamanya di Kecamatan Tegalombo dan Arjosari, sejumlah panorama alam  yang indah di kawasan sungai Grindulu bisa Anda saksikan. Bebatuan dengan ukuran besar dan beranekaragam, air yang jernih, hingga jalan dan pegunungan yang menambah keindahan pesona Sungai Grindulu.

Sungai Grindulu memiliki panjang sekira 70 Kilometer mengalir berarah timurlaut-baratdaya lalu berbelok ke selatan. Daerah Aliran Sungai (DAS) Grindulu berada di tiga wilayah yakni Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Wonogiri dengan luas sekira 655,40 km2 dan 90,6% atau seluas 593,8 Km2 masuk wilayah Kabupaten Pacitan.

Sejumlah anak sungai yang cukup besar diantaranya Sungai Jelok, Sungai Ponggok, Sungai Siru, Sungai Asemgondok, Sungai Tengi, Sungai Ngepoh, Sungai Ngreco, Sungai Jaten, Sungai Plaosan, Sungai Sungmantung, Sungai Gemaharjo (Grindulu Timur), Sungai Kapa, Sungai Ploso, Sungai Dungdowo, Sungai Jati, Sungai Pasan, Sungai Ngaglik, dan Sungai Pelemsengir.

DAS Sungai Grindulu banyak menyimpan kekayaan alam seperti batu kali, pasir dan bermacam-macam jenis ikan. Penduduk di sepanjang Sungai Grindulu memanfaatkan untuk sumberdaya pertanian dan perikanan baik secara tradisional dengan cara memancing atau menjala.

Besarnya debit air Sungai Grindulu juga dimanfaatkan untuk pengairan pengairan tradisional. Untuk memaksimalkan manfaat air di DAS Grindulu maka sedang dibangun Bendungan Waduk Tukul di Sungai Asemgondok, Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari.

Selain kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, kawasan Sungai Grindulu juga kerap terjadi bencana alam. Yang paling sering, terjadi di kawasan ini adalah bencana banjir, hingga tanah longsor. Yang cukup parah terjadi pada Selasa 28 November 2017 lalu.

Pada saat itu, hujan deras dan adanya badai cempaka yang menyebabkan debit air Sungai Grindulu meningkat drastis sehingga menyebabkan banjir. Akibatnya, sejumlah bangunan, seperti jembatan di kawasan sungai Grindulu rusak berat, sejumlah tanggul di Pacitan kota jebol, fasilitas sekolah rusak parah akibat banjir. Yang terparah, banjir tersebut juga mengakibatkan korban tewas. Pada saat itu bencana alam Pacitan cukup menyita perhatian nasional.

Menjadi tugas kita, masyarakat Pacitan untuk menjaga kelestariannya. Salah satu yang cukup mudah adalah dengan tidak merusak kawasan Sungai Grindulu dan tidak membuang sampah di sungai.