Menikmati Gerhana Bulan Terlama Abad ini dari Pacitan

oleh -Dibaca 2.816 kali

Pacitanku.com, TEGALOMBO – Gerhana bulan total terlama abad ini akhirnya dapat dinikmati dengan jelas.

Di tengah suasana dingin perbukitan, pantauan Pacitanku.com dari atas perbukitan di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, Pacitan Sabtu (28/7/2018), fase gerhana bulan awal ini dimulai pukul 00.13 WIB.

Sekitar pukul 01.30 WIB fase gerhana bulan sudah mulai masuk ke umbra. Gerhana kemudian masuk ketika bulan masuk di bayangan penumbra atau bayangan tipis.

Fase ini akan segera berganti masuk fase umbra sekitar pukul 01.24 WIB.

Untuk diketahui, gerhana bulan total yang terjadi pada Sabtu (28/7) dini hari ini merupakan gerhana bulan total terlama abad ini karena mencapai 103 menit.

Gerhana bulan total terlama ini bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia. Fase gerhana bulan total yang lebih lama dari gerhana bulan dini hari ini dan bisa disaksikan di Indonesia bakal terjadi pada 19 Juni 2141, yaitu 106 menit.

Sekitar pukul 03.22 WIB, fenomena gerhana memasuki fase puncak. Yaitu gerhana bulan total adalah fase ketika matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus. Bulan pun berwarna merah gelap.

Informasi dari BMKG, fase puncak adalah saat matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus. Fase ini bertahan sampai pukul 04.13 WIB.

Selepas pukul 04.13 WIB, fase total berakhir akan dimulai. Fase total berakhir adalah fase ketika bulan akan terlepas dari bayangan umbra. Sekitar pukul 04.30 WIB, bulan perlahan mulai muncul dan terlihat setengah sebelum akhirnya kembali normal.

Sejumlah masjid di Pacitan sendiri juga menggelar sholat Gerhana Bulan, yang salah satunya digelar di Masjid Agung Darul Fallah Pacitan. (RAPP002)