Dampak Gelombang Tinggi di Pacitan: Lapak Warga Hingga Tambak Rusak, Nelayan tak Melaut

oleh -Dibaca 3.551 kali
Dampak gelombang tinggi di kawasan Pantai Watukarung, Pacitan. (Foto: Rakhmad Adi Mandego/AP3 Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Gelombang tinggi kembali menerjang pesisir selatan Pacitan dan menyebabkan sejumlah kerusakan. Informasi yang dihimpun Pacitanku.com, Rabu (25/7/2018) menyebutkan bahwa gelombang tinggi di Pantai Klayar yang terjadi sejak Selasa (24/7/2018) diatas 4 meter merusak  hampir seluruh warung yang ada di pesisir pantai.

Kerugian akibat rusaknya warung dan lapak tersebut adalah 37 lapak milik warga rusak dengan kerugian ditaksir diatas Rp 30 juta.

Di Pantai Watukarung, Kecamatan Pringkuku, gelombang tinggi juga merusak pagar pembatas pantai dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta.

Selanjutnya di Pantai Pidakan dan Pantai Kowang, Jetak Kecamatan Tulakan, gelombang tinggi lebih dari 4 meter menyebabkan nelayan tidak berani beraktivitas. Adapun, kerugian dari gudang penyimpanan alat nelayan hilang kena gelombang.

Tak jauh dari Pantai Pidakan, di Pantai Soge, Ngadirojo gelombang tinggi menyebabkan lima warung dipantai tergerus air rusak ringan, bahkan air masuk ke sebagian besar warung yang ada.

Kemudian di Pantai Tawang Wetan, Ngadirojo, gelombang tinggi menyebabkan dua rumah tergerus ombak, sementara di Pantai Soge Barat, Ngadirojo, gelombang tinggi mengakibatkan 3 gazebo roboh, dan air masuk ke 3  warung  makan.

Dampak lain yang terjadi adalah di Pantai Taman, Hadiwarno mengakibatkan lima petak tambak udang tergerus air gelombang pasang , dan sebagian tanggul tambak jebol kerugian dalam penghitungan.      

Baca juga: Gelombang Tinggi Kembali Terjang Pesisir Selatan, Nelayan Jangan Melaut, Wisatawan Dihimbau Waspada

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Mlati Yogyakarta Agus Sudaryatno dalam keterangan persnya Selasa malam mengatakan bahwa diprediksi gelombang tinggi tersebut masih akan terjadi hingga beberapa hari kedepan.

“Update Prakiraan tinggi gelombang laut antara tanggal 24 hingga 30 Juli 2018, untuk tanggal 24 Juli kira-kira 4-6 meter, 25 Juli 5 hingga 7 meter, 26 Juli 3,5 hingga 5 meter, 27 Juli 3 hingga 4 meter, 28 juli 3 hingga 5 meter, 29 Juli 3,5 sampai 5 meter dan 30 Juli 3 hingga 5 meter,”katanya.

Adapun, kata Agus, penyebab terjadinya gelombang tinggi  tersebut diketahui berdasarkan update dinamika atmosfer pada Selasa (24/7/2018) kemarin.

“Terpantau beberapa pusat tekanan rendah di belahan bumi bagian Utara, salah satunya yaitu di sekitar  China bagian selatan (996 hPa) dan beberapa pusat tekanan tinggi di belahan bumi bagian Selatan salah satunya di sekitar Australia bagian barat (1021 hPa),”katanya.

Adapun, imbuhnya, kondisi tersebut, yakni perbedaan tekanan udara yang signifikan antara belahan bumi bagian Utara dan Selatan berdampak pada peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 35 km/jam dan peningkatan tinggi gelombang laut di pesisir Selatan Yogyakarta dan sekitarnya.

Atas kondisi situasi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG DIY mengeluarkan beberapa imbauan pada masyarakat untuk mewaspadai peningkatan kecepatan angin dan ketinggian gelombang laut terutama bagi masyarakat yang beraktifitas di sekitar pantai, nelayan yang melaut juga wisatawan yang berada di sepanjang pantai Selatan Yogyakarta dan sekitarnya.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kepada nelayan untuk sementara waktu dihimbau agar tidak melaut dan kepada wisatawan dihimbau untuk tidak mandi di laut hingga tinggi gelombang laut kembali kondusif,”pungkasnya.

Pewarta: Wahyu Sapto Nugroho
Penyunting: Dwi Purnawan

Video detik-detik gelombang tinggi di perairan Pacitan