Butuh Sinergitas Semua Pihak Untuk Kelola Sampah

oleh
Hari peringatan sampah nasional di Pacitan. (Foto: Dok Humas Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Seriusnya permasalahan yang timbul akibat sampah disikapi sungguh-sungguh pemerintah Kabupaten Pacitan. Bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018 yang jatuh pada tanggal 21 Februari, Bupati Pacitan, PT. Pembangkitan Jawa Bali Unit Bisnis Jasa Operasi dan Maintenance bersama Greenwave NGO menandatangani nota kesepahaman Bipartit dan Tripartit di pendopo Kabupaten Pacitan.

“Isinya tentang sinergitas pemerintah, masyarakat dan dunia usaha di Kabupaten Pacitan dalam upaya pengolahan sampah dan pelestarian lingkungan hidup,” kata Bupati Indartato, Jum’at (9/3/2018).

Bupati menyampaikan, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan komitmen bersama. Antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha di Kabupaten Pacitan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup secara efektif dan efisien ditingkat lokal.

 “Momentumnya kita pilih Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018, serta sekaligus untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Pacitan yang ke-273 juga,” tuturnya.

Ada tujuh program bersama yang akan dilaksanakan terkait penanganan dan pengelolaan sampah mulai tahun 2018. Yaitu berupa gerakan kampanye “Pacitan Lestari untuk Anak Cucu Kita”, “Pacitan Memilah Sampah”, “Pekaranganku Produktif”, Pemetaan dan Pembuatan Buku “Potensi Wilayah Kabupaten Pacitan”, “Pacitan Mengolah Sampah”, Festival Tahunan “Pacitan Resik”, serta agenda Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS).

Dengan adanya program-program tersebut, pada satu sisi diharapkan permasalahan sampah teratasi. Pada sisi lainnya sampah juga dapat memberikan nilai tambah secara ekonomis kepada masyarakat.

Lebih lanjut Indartato menjelaskan, kampanye “Pacitan Lestari untuk Anak Cucu Kita” misalnya. Bertujuan merubah cara pandang masyarakat tentang lingkungan yang bersih. Dengan demikian terjaganya kesehatan dan kelestarian lingkungan menjadi sebuah “kewajiban” yang tertanam, lantas menjadi inisiatif, dan kemudian menjadi kesepakatan kelompok.

“Sehingga kelestarian Pacitan dapat diwariskan, tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang, ratusan sampai bahkan ribuan tahun nanti,” jelasnya.

Pada puncak peringatan HPSN kota kelahiran Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dilaksanakan pula bazaar produk ramah lingkungan maupun produk daur ulang sampah hasil karya masyarakat binaan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pacitan. Tidak itu saja, pada waktu bersamaan digelar lokakarya pembuatan ecobrick bagi siswa sekolah. (humas Pemkab/RAPP002)