Ini Alasan Sebagian Besar Agenda Hari Jadi Pacitan Bernafaskan Religius

oleh -1.148 views
Para pejabat menggelar doa bersama dan takziyah di makam pendiri Pacitan. (Foto: Wahyu S)

Pacitanku.com, PACITAN – Pacitan akan merayakan Hari Jadi yang ke-273 dan diperingati puncaknya pada Senin (19/2/2018) mendatang. Pada edisi penyelenggaraan tahun ini, Pemkab memperbanyak porsi agenda dengan kegiatan yang bernafaskan religius.

Menurut Bupati Pacitan Indartato, pihaknya sengaja tidak menggelar perayaan seperti semeriah tahun lalu karena ingin melakukan kontemplasi atau memperbanyak renungan atas kejadian bencana pada Selasa (28/1/2017) lalu.

“Tetapi lebih kepada kegiatan untuk mendekatkan diri kepada Sang Khaliq. Sebab tahun lalu Kabupaten Pacitan dilanda bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor yang merenggut 25 korban jiwa,”katanya usai melakukan tradisi ziarah atau nyekar kepada salah satu cikal bakal Pacitan di makam Kanjeng Jimat di Desa Tanjungsari, Kecamatan Pacitan pada Kamis (15/2/2018).

Adapun, berdasarkan informasi yang diperoleh, dari total 24 agenda kegiatan Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke-273, setidaknya ada delapan kegiatan yang bernafaskan religus.

Baca juga: Digelar Sederhana, ini Jadwal Agenda Hari Jadi ke-273 Pacitan

Agenda tersebut seperti kegiatan pada Ahad (18/2/2018) yang digelar sholat malam, shubuh dan tausiyah bersama Ustadz Bangun Samudera, sholat hajat dan sujud syukur, dilanjutkan dengan doa bersama di Pendopo Kabupaten. Kemudian digelar Khotmil Qur’an oleh Jam’iyyatul Qurro’Wal Khuffad di hari yang sama.

Sehari kemudian, digelar agenda pengajian dan sholawat mubaligh KH Duri Ashari dari Semarang di alun-alun Pacitan. Agenda bernafaskan religius lain adalah pada Kamis (22/2/2018) dimana ada pentasyarupan dana BAZNAS, istighotsah dan doa bersama.

Dua hari berselang, digelar pengajian Akbar KH Najib Zam Zami dari Kediri. Pada Ahad (25/2/2018) digelar sholat subuh berjmaaah, tabligh akbar bersama Haedar Nashir di Masjid Agung Darul Falah. (RAPP002)