Tahun Baru 2018 dan Harapan Menuju Pacitan Bangkit

oleh -919 views
Jamaah sholat subuh berjamaah yang digelar di Masjid Agung Darul Falah Pacitan, Senin (1/1/20178). (Foto: Dok.Kemenag)

Pacitanku.com, PACITAN – Ada pemandangan yang sedikit berbeda di segenap penjuru Kabupaten Pacitan jelang pergantian tahun 2017 menuju tahun 2018.

Biasanya banyak terpampang selebaran atau himbauan acara perayaan tahun baru di berbagai obyek wisata, kali ini selebaran di sejumlah titik bertuliskan himbauan untuk mengajak berdoa bersama.

Hal itu tak lepas dari himbauan Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Bupati Indartato agar seluruh masyarakat Pacitan untuk menggelar kegiatan perayaan Tahun Baru 2018 dengan bentuk yang lebih sederhana, yakni doa bersama.

“Terkait apa yang saat ini dihadapi Pacitan, kami sudah mengintruksikan kepada warga masyarakat untuk tidak melaksanakan perayaan tahun baru dengan membuat hiburan di tempat umum namun kita laksanakan dalam bentuk doa bersama,” katanya Jumat (29/12/2017) di Pendopo Kabupaten Pacitan Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 8 Pacitan.

Tak ketinggalan, Bupati juga mengunggah video pendek di akun instagramnya @indartato yang menguatkan himbauan mengisi pergantian tahun dan awal tahun baru dengan doa bersama.

Sebagai bentuk keseriusan Pemkab untuk merayakan tahun baru 2018 dengan kegiatan doa bersama setelah Pacitan terjadi bencana alam pada akhir bulan November lalu, melalui Sekretaris Daerah Pacitan Suko Wiyono telah diterbitkan nomor 141/230/408.11/2017.

Dia mengungkapkan bahwa momentum pergantian tahun harapannya dimanfaatkan sebagai sarana introspeksi dan evaluasi diri agar lebih baik lagi.

“Selanjutnya, kami berharap kepada Camat untuk menyampaikan himbauan ini kepada seluruh masyarakat melalui Kepala Desa/Lurah di wilayah masing-masing, demikian atas perhatian dan kerjasamanya disampaiakn terima kasih,”kata Sekda.

Alhasil, Pacitan pada Minggu malam hingga Senin (1/1/2018) menjadi kota yang khusyuk, khidmat dan tampak tenang, yang mungkin agak berbeda dari tahun-tahun baru sebelumnya.

Pemkab menggelar doa bersama di Pendopo Pacitan pada Minggu (31/12/2017) malam. (Foto: Dok. Pemkab Pacitan)

Ini tak lepas dari upaya Pemkab untuk mengajak kepada warga merenung dan memperbanyak doa usai Pacitan terhindar dari bencana alam. Kalaupun ada yang menyalakan kembang api, itu hanya sedikit sekali di titik-titik tertentu.

Dari aula Pendopo Kabupaten Pacitan Minggu (31/12/2017) malam, Pemkab menggelar renungan menyambut Tahun Baru 2018 di Kabupaten Pacitan.

“Semoga Pacitan ke depan pemimpin dan rakyatnya dapat bersatu padu agar kita semua segera bangkit dalam rangka mewujudkan Kabupaten Pacitan yang sejahtera,” ucap Muhammad Nurul Huda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, dikutip laman Pemkab Pacitan.

Nurul Huda mengatakan bahwa pengujung tahun merupakan saat muhasabah (introspeksi diri) dengan meninggalkan sikap saling menyalahkan. Sebaliknya, semua pihak harus bahu-membahu dan bekerjasama membangun Pacitan menuju kondisi lebih baik. Terlebih pascabencana masih banyak pekerjaan rumah harus diselesaikan.

“Tidak saatnya merasa paling benar. Tapi sebaliknya sekarang saatnya kita duduk bersama, bergandeng tangan membangun Pacitan menuju kondisi lebih baik lagi,” ujarnya lagi.

Tak berselang lama, di Masjid Agung Darul Falah Pacitan juga menggelar sholat shubuh berjamaah dan perenungan bersama pada Senin (1/1/2018).

Nurul Huda dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa shalat berjamaah sangat banyak manfaatnya untuk anak-anak. Terutama membiasakan anak untuk shalat subuh berjamaah. Karena banyak hal yang bisa dibangun dari shalat subuh berjamaah.

Di antaranya, berdisplin soal waktu,  belajar tugas dan tanggung jawab, bersilaturahim dan belajar bagaimana bersikap. “Tapi, point penting dari shalat subuh berjamaah ini adalah keteladanan,”ujarnya.

Dua hari dan penuh dengan suasana religius yang kental di Pacitan ini tak pelak mendapatkan apresiasi positif dari sejumlah kalangan.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pacitan Subiyanto Munir kepada Pacitanku.com mengatakan bahwa momen tahun baru bagi umat Islam merupakan momentum untuk instrukspeksi diri. Dalam bahasa ruhani para ulama menyebutnya “muhasabah”.

“Kita sebagai umat Islam tentu wajib mengikuti arahan Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Pacitan mendukung sepenuhnya langkah cerdas bupati pacitan Indartato yang memberi edaran kepada masyarakat melalui para camat, agar mengadaan kegiatan perayaan tahun baru dengan melakukan kegiatan muhasabah, dzikir dan berdoa di masjid-masjid dan tempat-tempat ibadah di sekitar tempat tinggal kita,”jelasnya.

Dia mengatakan hal itu terlebih Pacitan masih salam suasana duka setelah sebulan lalu kita sama-sama merasakan berat dan pedihnya bencana yang menimpa hampir seluruh wilayah Pacitan.

“Mari seluruh kaum muslimin di Pacitan sebagai warga masyarakat yang terkenal ramah, santun dan mencintai kedamaian, ayem tentrem, guyup rukun dan saiyeg saekapraya, mendukung penuh seruan bupati kita,”pungkasnya.

Doa bersama dan perenungan atas kejadian bencana alam adalah sebagai wujud menanti harapan menuju Pacitan bangkit.

Editorial: Dwi Purnawan